Pemprov Kaltim Siapkan Rp8,5 Miliar untuk Insentif Dokter Spesialis, Bisa Tembus Rp30 Juta per Bulan
Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin menjelaskan skema tambahan pendapatan dokter spesialis yang besarannya disesuaikan lokasi dan tugas penugasan.-(Disway Kaltim/ Mayang Sari)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengalokasikan anggaran sekitar Rp8,5 miliar untuk tambahan pendapatan dokter spesialis.
Besaran insentif yang diterima dokter spesialis di Kaltim tidak sama, disesuaikan dengan lokasi penugasan dan jenis tugas yang dijalankan.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kaltim, Jaya Mualimin mengatakan, tambahan pendapatan tersebut diberikan untuk dokter spesialis yang dibutuhkan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Untuk dokter spesialis, kita sudah memberikan tambahan pendapatan sekitar Rp8,5 miliar,” kata Jaya, Rabu (2/9/2026).
BACA JUGA: Bupati Minta Kemenkes Beri Apresiasi Tambahan Bagi Dokter di Mahulu
BACA JUGA: Jumlah Dokter Spesialis Kaltim Naik Jadi 986 Orang, Distribusi Antar Daerah Masih Timpang
Menurut Jaya, tambahan pendapatan bagi dokter spesialis berada pada kisaran Rp17 juta hingga Rp30 juta per bulan. Namun, ia tidak menyebutkan secara rinci besaran insentif untuk setiap daerah di Kaltim.
Ia mencontohkan, dokter spesialis yang bertugas di Mahakam Ulu (Mahulu) mendapat tambahan pendapatan sekitar Rp30 juta per bulan.
Sementara untuk Samarinda, tambahan pendapatan dokter spesialis berada pada kisaran Rp17 juta hingga Rp24 juta per bulan. Besaran tersebut juga masih bergantung pada tugas yang dijalankan.
“Misalnya untuk dokter spesialis yang bertugas di IGD atau yang berjaga, besarannya berbeda dengan dokter spesialis yang bertugas di poli,” jelasnya.
BACA JUGA: Atasi Kekurangan Tenaga Medis, Pemprov Kaltim Sebar 24 Dokter Spesialis ke Daerah
BACA JUGA: Dokter Kutai Barat Minta TPP Lebih Layak, DPRD Siap Dampingi Pengajuan ke Kemenkes
Saat ditanya apakah besaran insentif dokter spesialis di Samarinda merupakan yang paling rendah, Jaya membenarkannya.
“Iya,” singkatnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
