Bankaltimtara

Kasus Perceraian Meningkat, Wakil Ketua DPRD Berau Sebut Judi Online Jadi Salah Satu Pemicu Utama

Kasus Perceraian Meningkat, Wakil Ketua DPRD Berau Sebut Judi Online Jadi Salah Satu Pemicu Utama

Wakil Ketua DPRD Berau, Sumadi-istimewa-

BERAU, NOMORSATUKALTIM - Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi menyoroti lonjakan kasus perceraian yang terjadi di Kabupaten Berau.

Menurut dia, maraknya praktik judi online menjadi salah satu pemicu utama keretakan rumah tangga, bahkan hingga menjerumuskan masyarakat pada masalah ekonomi dan sosial.

"Berdasarkan laporan yang saya terima, banyak pasangan berpisah karena terlilit utang akibat kecanduan judi online. Bahkan, saya pernah menyaksikan langsung ada warga yang rela menjual rumah demi menutupi kerugian dari aktivitas ilegal tersebut," ungkap Sumadi, Minggu 14 September 2025.

Untuk itu, Sumadi meminta Pemkab Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran situs-situs judi online.

BACA JUGA: Angka Perceraian di Berau Tinggi, DPRD Dorong Program Pranikah untuk Pasangan Muda

BACA JUGA: Judi Online Jadi Salah Satu Pemicu Utama Perceraian di Berau Sepanjang Tahun 2024

Selain itu, ia juga mendorong aparat kepolisian, khususnya Unit Siber Polres Berau, agar mengambil langkah tegas dalam penindakan hukum maupun upaya pencegahan.

“Jika tidak ditangani serius, masalah ini akan terus merusak masyarakat, bukan hanya secara ekonomi, tapi juga sosial, mental, bahkan bisa memicu tindak kriminal,” tegasnya.

Diketahui, kasus perceraian di Kabupaten Berau terus meningkat. Berdasarkan data Pengadilan Agama Tanjung Redeb, hingga September 2025 tercatat 483 perkara perceraian, naik dari 431 kasus pada 2024.

Dari jumlah tersebut, 111 kasus merupakan cerai talak yang diajukan pihak suami, sementara 372 sisanya cerai gugat dari pihak istri.

BACA JUGA: Disiapkan Anggaran Rp8,4 Miliar, SPAM di Maratua Mulai Dibangun Tahun Ini

BACA JUGA: Disnakertras Berau Ingatkan Bahaya Tenaga Kerja Terlalu Bergantung pada Sektor Pertambangan

Sebanyak 292 perkara sudah diputus, sedangkan sisanya masih dalam tahap persidangan dan mediasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: