Pencarian Korban Tertimbun Longsor di Lempake Dilanjutkan Besok
Proses pencarian korban longsor di Lempake menggnakan alat berat.-Disway/ Mayang-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Proses pencarian korban tertimbun tanah longsor di wilayah pemukiman, kawasan Gang Bina Baru, belakang gedung bulu tangkis, Jalan Belimau, RT 22, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, terpaksa dihentikan tepat pukul 18.00 WITA. Hal ini demi menghindari terjadinya longsoran susulan di malam hari.
Sebelumnya, proses evakuasi korban cukup lambat dilakukan. Banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari lokasi rawan pergerakan tanah hingga akses masuk jalan yang tergenang banjir cukup dalam.
Tim Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda pun bekerja keras sepanjang siang, Senin, 12 Mei 2025.
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso mengatakan, demi keselamatan dan pemulihan tenaga seluruh tim yang bertugas di lapangan, maka proses pencarian malam ini dihentikan sementara.
BACA JUGA: Longsor di Lempake Samarinda, Seorang Ibu dan 2 Anak Tertimbun dalam Rumah
"Bahwa hasil evakuasi hari ini, sudah kita temukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia. Pertama ibunya, lalu anaknya," ujar Kepala BPBD Samarinda, Suwarso.
"Saat ini sudah dibawa ke RS Abdul Wahab Sjahranie. Kemudian, malam ini, untuk keselamatan dan keamanan, baik petugas pencarian maupun operator untuk sementara kita hentikan," tambahnya.
Suwarso menjelaskan, bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun, masih ada dua korban lainnya yang diduga tertimbun, yakni Nurul Sakira (17) dan Fitri (14). Proses pencarian terhadap keduanya pun akan dilanjutkan besok.
Cuaca yang sejak pagi diguyur hujan deras mempersulit upaya pencarian. Kondisi tanah yang labil di atas tebing gundul masih rawan bergerak, akibatnya memaksa petugas untuk bekerja ekstra hati-hati.
BACA JUGA: Breaking News! Kota Samarinda Terendam Banjir, Waspada saat Melintasi Titik-titik Ini!
Tim Basarnas terpaksa harus menggali secara manual menggunakan cangkul dan sekop untuk menemukan korban lainnya.
Suwarso menilai, minimnya penerangan di lokasi tanah longsor pada malam hari, hanya akan menghambat kerja tim SAR. Serta, dikhawatirkan kondisi tanah yang rawan longsor kembali.
Kendati demikian, BPBD Samarinda tidak bekerja sendiri. Upaya evakuasi melibatkan tim gabungan dari Basarnas, Dinas PUPR, Damkar, Dinas Sosial, relawan, PMI, TNI dan Polri, serta sejumlah unsur perusahaan swasta.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

