Bankaltimtara

Pencarian Anak Tenggelam di Sungai Kelay Berlanjut, Tim SAR Fokuskan Radius 3 Kilometer

Pencarian Anak Tenggelam di Sungai Kelay Berlanjut, Tim SAR Fokuskan Radius 3 Kilometer

Tim BPBD Berau saat akan melanjutkan proses pencarian korban pada Jumat 29 Agustus 2025 -istimewa-

BERAU, NOMORSATUKALTIM – Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian anak 13 tahun yang tenggelam di Sungai Kelay, Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb. 

Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan masyarakat setempat dikerahkan untuk menyisir aliran sungai dengan metode pencarian visual.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengatakan proses pencarian telah berlangsung lebih dari 40 jam. Sejak laporan pertama diterima pada Kamis 28 Agustus 2025 sore.

Mengingat durasi yang cukup lama, Nofian memperkirakan korban sudah meninggal dunia (MD).

BACA JUGA:Bonus Atlet Belum Cair, Dispora Berau Janji Tuntas Setelah APBD Perubahan

BACA JUGA:Warga Keluhkan Loket Pajak Tutup Saat Istirahat, Pemkab Berau Siapkan Skema Rotasi Pegawai

“Target pencarian kami maksimalkan hingga tujuh hari. Namun masa krusial atau golden time hanya sekitar dua hari, sebelum tubuh korban mengalami pembusukan akibat gas dalam perut yang bisa pecah dan membuat jenazah kembali tenggelam,” ujarnya.

Menurutnya, operasi pencarian difokuskan dengan menyisir radius tiga kilometer ke arah hilir sungai.

Tim tidak menggunakan metode penyelaman karena arus yang deras dan faktor keamanan, melainkan mengandalkan pengamatan permukaan air.

BACA JUGA:DPRD Dorong Peran Disnakertrans Berau Tertibkan Perusahaan Dalam Pembagian Tenaga Kerja

“Kami tidak menggunakan diving maupun metode tradisional seperti memancing. Semua pencarian difokuskan secara visual, dibantu relawan yang berjaga di titik-titik rawan,” tambahnya.

Sebelumnya, korban diketahui berenang bersama dua rekannya, Yoslan dan Anis, pada Rabu (27/8/2025) sore di sekitar RT 14 Kelurahan Karang Ambun.

Saat kedua temannya naik ke kapal rusak di tepi sungai, Riski masih berada di air.

Beberapa saat kemudian, kedua rekannya hanya melihat tangan korban muncul di permukaan, tetapi tidak menyadari ia tenggelam. Alih-alih melapor, keduanya pulang tanpa memberi tahu orang dewasa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait