Selat Hormuz Iran Ditutup: 25 Persen Impor Minyak RI dari Sana, Ini Skenario Menteri ESDM
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia-istimewa-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, sebanyak 20-25 persen impor minyak berasal dari Selat Hormuz, Iran.
Sementara saat ini eskalasi Timur Tengah mempengaruhi Selat Hormuz yang menjadi jalur tranportasi minyak global.
Karena itu, Kementerian ESDM menyiapkan strategi agar kita tak terperangkap dinamika global dan skenario untuk menjamin cadangan minyak dalam negeri.
"Jujur saja, dari intelijen kami, dari masukan kami, dengan berbagai negara di dunia, sekalipun ada yang mengatakan ketegangan ini akan selesai dalam waktu 5 hari, ada yang mengatakan 4 minggu, kita tak bisa meramalkan kapan akan selesainya, bisa cepat, bisa lambat. Dalam rangka itu kami mengambil alternatif terjelek, katakanlah lambat, maka apa skenarionya,” kata Bahlil Lahadalia dikutip dari Disway.id, Selasa 3 Maret 2026.
BACA JUGA: Pengiriman Minyak Global Via Selat Hormuz Terancam Dihentikan, 8 Negara Timur Tengah Tutup Bandara
Skenarionya, kata dia, sekarang ini untuk crude yang diambil dari Timur Tengah, sebagian dialihkan untuk ambil di AS supaya ada kepastian ketersediaan crude.
“Yang kedua, impor kita untuk solar kan udah selesai. Yang kita impor ron 90 93 95 98. Alhamdulillah secara keseluruhan BBM ini tak kita impor dari middle east, kita impor dari Asia Tenggara, gak ada masalah,” jelasnya.
Ketiga, kata dia, untuk LPG, Indonesia impor sebanyak 7,3 juta ton per tahun. Dan 70 persen diambil dari AS, diambil dari middle east sisanya.
“Dari Saudi Aramco. Kita tahu itu dinamika di sana. Maka resikonya, kita switch lagi, kita belanja di negara yang tak ada kaitannya dengan selat Hormuz,” jelasnya.
BACA JUGA: Akademisi HI Unmul Prediksi Konflik Iran-Israel Bisa Pukul Ekonomi Indonesia
Keempat, dampaknya persoalan harga. Dia menyebut, di dalam APBN, harga ICP 70 dolar per barel, sekarang 78-80 dolar per barel.
"Ini harus hati-hati. Ini akan berdampak pada subsidi ditanggung negara, tapi di sisi lain, negara akan dapat tambahan pendapatan, ada selisih, selisih ini dihitung,” jelasnya.
Setidaknya, kata Bahlil, pihaknya memastikan stok minyak di dalam negeri aman untuk puasa dan hari raya Lebaran.
“Kesiapan hari raya dan puasa, untuk BBM kita stok, crude LPG di atas standar minimum nasional, utk 21 hari, ini semua di atas 21 hari,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
