Nelayan Muara Jawa yang Dilaporkan Hilang di Sungai Tamapole Ditemukan Meninggal Dunia
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah korban di Sungai Tamapole, Muara Jawa, Kukar.-Dok/Basarnas Balikpapan-
KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM – Nelayan yang dilaporkan tenggelam akibat tersambar petir di Sungai Tamapole, Kecamatan Muara Jawa, Kukar, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa, 3 Maret 2026 pagi.
Diketahui, korban bernama Udi, warga Muara Ulu Kecil, Kelurahan Muara Kembang RT 5, Kukar, sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari ikan di Sungai Tamapole, Minggu (1/3/2026).
Kepala Kantor SAR Balikpapan, Dody Setiawan menjelaskan, bahwa operasi pencarian pada hari kedua dimulai sejak pagi dengan melibatkan berbagai unsur gabungan dan peralatan pendukung.
Setelah briefing, tim langsung bergerak menyisir area pencarian dengan luas kurang lebih 5,41 nautical mile persegi menggunakan armada dan perahu karet serta dukungan peralatan SAR air dan selam.
BACA JUGA: Nelayan Muara Jawa Kukar Hilang di Sungai Tamapole, Perahunya Tenggelam Akibat Cuaca Buruk
“Sekitar pukul 09.55 Wita, korban berhasil ditemukan pada posisi 0°47’21’’S-117°17’05’’E dalam kondisi meninggal dunia, berjarak sekitar 1,3 kilometer dari lokasi kejadian awal,” jelas Dody.
Setelah ditemukan, jasad korban segera dievakuasi menuju posko dan selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dengan telah ditemukannya korban, maka pada pukul 11.07 Wita operasi SAR disepakati untuk dihentikan serta diusulkan untuk ditutup. Sementara seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dan kembali siaga,” tegasnya.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Basarnas Balikpapan, Ditpolairud Polda Kaltim, Pos TNI AL Muara Kembang, Satpolairud Res Kukar, BPBD Kukar, Damkar Kecamatan Muara Jawa, relawan SAR Muara Jawa, Balakarcana Muara Jawa, pihak perusahaan PHM, serta warga Muara Kembang yang turut membantu dengan perahu milik pribadi.
BACA JUGA: Pick Up Granmax Mendadak Terbakar di Jalan Barong–Linggang Bigung Kubar
Sejumlah armada dan peralatan turut dikerahkan dalam operasi tersebut, di antaranya Rigid Buoyancy Boat Basarnas, speedboat Ditpolair Polda Kaltim, speedboat Pos TNI AL, speedboat Satpolairud Res Kukar, Sea Truck PHM, perahu BPBD Kukar, serta 12 perahu milik warga, lengkap dengan peralatan SAR air, peralatan selam, komunikasi, dan medis.
Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan berupa arus sungai yang deras serta adanya ancaman binatang buas, seperti buaya yang kerap muncul di sekitar lokasi pencarian, meskipun kondisi cuaca saat operasi berlangsung terpantau cerah berawan.
“Para tim selama beberapa hari pencarian mengalami kendala karena arus sungai yang deras serta ancaman dari buaya di perairan,” tutupnya.
Informasi yang dihimpun, sebelum dilaporkan hilang, korban melintas seorang diri menggunakan perahu dari Muara Ulu Kecil menuju Muara Kembang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
