Polres Paser Ungkap 27 Kasus Peredaran Sabu hingga Awal Maret
Pemusnahan barang bukti sabu di Mapolres Paser dari hasil pengungkapan kasus periode Januari-Maret 2026.-sahrul/Disway Kaltim-
PASER, NOMORSATUKALTIM - Polres Paser mengungkap sebanyak 27 kasus peredaran sabu dari 31 tersangka selama periode Januari hingga awal Maret 2026. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa sebanyak 578 paket sabu seberat 758,93 gram
Pengungkapan kasus ini disampaikan Wakapolres Paser, Kompol Anton Saman saat konferensi pers di Ruang Rupatama Mapolres Paser, Rabu 4 Maret 2026.
Selain data pengungkapan kasus narkoba, Polres Paser juga memusnahkan sebagian barang bukti sabu seberat 446,76 gram dari 3 tersangka.
"Barang bukti yang dimusnahkan berupa sabu milik tiga tersangka berinisial EJ (44) sebanyak 21 paket seberat 57,74 gram, tersangka YS (38) sebanyak 8 paket seberat 3,02 gram, dan MA (27) sebanyak 7 paket seberat 386 gram," kata Kompol Anton Saman.
Dijelaskan, dalam proses pemusnahan barang bukti lebih dulu dilakukan melalui pengujian laboratorium forensik cabang Surabaya.
BACA JUGA:Saling Klaim Masalah Jembatan, Lansia di Balikpapan Ini Malah Nyabet Tetangganya Pakai Parang
Kemudian sabu dilarutkan ke dalam air menggunakan wadah transparan hingga hancur dan dibuang ke dalam septic tank.
"Dalam pemusnahan ini disaksikan langsung oleh para tersangka dan tamu undangan, seperti dari kejaksaan," ujarnya.
Kasat Resnarkoba Polres Paser, AKP Suradi mengatakan jumlah kasus narkoba periode awal tahun mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan 2025 lalu.
BACA JUGA:Polsek Bongan Tangkap Satu Terduga Kasus Pembunuhan di Kebun Sawit
"Secara presentase kasus narkoba hingga 2026 mengalami kenaikan kurang lebih 25 persen kasus," kata AKP Suradi.
BACA JUGA:Kampus STIE Widya Praja Tanah Grogot akan Bertransformasi jadi Universitas
Ia membeberkan mayoritas tersangka kasus narkoba merupakan warga yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan sebagian terdapat residivis dengan dominasi tersangka kalangan pria.
Kebanyakan motif dari tersangka nekat terlibat dalam bisnis gelap narkotika karena faktor ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
