Bankaltimtara

DPRD Kutai Barat Minta Penyitaan Total Kayu di Hutan Desa Besiq, Khawatir Aktivitas Belum Berhenti

DPRD Kutai Barat Minta Penyitaan Total Kayu di Hutan Desa Besiq, Khawatir Aktivitas Belum Berhenti

Anggota DPRD Kutai Barat, Potit-Eventius/Nomorsatukaltim-

KUBAR, NOMORSATUKALTIM– Anggota DPRD Kutai Barat, Potit meminta agar seluruh kayu yang telah ditebang di kawasan hutan Desa Besiq, Kecamatan Damai, segera disita dan dikeluarkan.

Permintaan itu disampaikan menyusul kekhawatiran masih adanya aktivitas di dalam kawasan hutan desa yang berpotensi merusak lingkungan secara berkelanjutan.

Menurut Potit, laporan masyarakat serta hasil pantauan di lapangan mengindikasikan masih banyak kayu yang tertinggal di dalam hutan. Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan kubik.

“Kalau barang bukti ini tidak segera diamankan, potensi kerusakan akan terus berlanjut,” ujarnya, Selasa, 3 Februari 2026.

BACA JUGA: Razia di Hutan Desa Besiq Kutai Barat Temukan Ratusan Kubik Kayu Ilegal, Akses Dirusak untuk Halangi Petugas

BACA JUGA: Polhut Amankan 2 Truk Bermuatan Kayu Ulin Ilegal di Kubar, Pengusaha Masih Didalami

Ia menyebut, bahkan setelah penertiban dilakukan, masih terdengar suara aktivitas dari arah tertentu di kawasan hutan.

Hal ini menandakan bahwa upaya penghentian belum sepenuhnya efektif. Kondisi tersebut dinilai berbahaya jika tidak segera direspons dengan tindakan tegas.

Potit menegaskan, penyitaan seluruh kayu hasil tebangan merupakan langkah penting untuk menutup celah praktik yang merugikan hutan dan masyarakat.

Jika kayu dibiarkan berada di dalam kawasan, peluang untuk kembali dikeluarkan secara diam-diam tetap terbuka.

BACA JUGA: Illegal Logging di Hutan Desa Besiq Terbongkar, 3 Truk Muatan Kayu Ulin Diamankan

BACA JUGA: Pembalakan Liar Ulin Menggila, DPRD Kubar: Jangan Hanya Sopir yang Ditangkap

Ia juga menyoroti akses jalan di dalam hutan desa yang telah terbentuk. Jalur tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa aktivitas di kawasan itu bukan terjadi dalam waktu singkat.

“Ini bukan kejadian sehari dua hari. Jalannya sudah terbuka, ada jalur khusus, ini harus jadi perhatian serius,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait