Bankaltimtara

Jelang Ramadan 2025, Disdag Samarinda Pastikan Bahan Pokok Aman

Jelang Ramadan 2025, Disdag Samarinda Pastikan Bahan Pokok Aman

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani-Disway/ Mayang-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM- Menyambut Ramadan 2025 dan Idulfitri, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda merancang strategi demi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar, seperti mendirikan pasar murah.

Nantinya, pasar murah ini akan diadakan di 20 lokasi strategis yang tersebar di 10 kecamatan. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari pemantauan kondisi pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani menegaskan, stok bahan pokok aman dan terkendali hingga Hari Raya Idulfitri.

"Kami menindaklanjuti hasil rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda dengan melakukan monitoring ke semua sektor yang terkait. Tim survei pasar kami selalu memantau harga dan juga menerima laporan mingguan dari distributor," ujar Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Nurrahmani, Sabtu (8/2/2025).

BACA JUGA: Bulog Samarinda Pastikan Stok Beras Aman untuk Penuhi Kebutuhan Selama Ramadan dan Program MBG

BACA JUGA: Selama Ramadan, THM di Samarinda Tutup, Tempat Hiburan Lain Diatur Jam Operasional

"Stok bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, daging dan ayam aman. Namun, ada sedikit kenaikan pada komoditas bawang dan cabai. Lonjakan ini terjadi karena ada beberapa kawasan yang gagal panen. Cuaca ekstrem belakangan ini jadi penyebabnya," ungkapnya.

Dia menjelaskan, tidak hanya gagal panen, faktor cuaca buruk juga ikut memengaruhi keterlambatan pendistribusian ke daerah.

"Contohnya, cabai dari Jawa Timur dan Surabaya mengalami gagal panen, ditambah curah hujan tinggi. Tapi kami sudah mendatangkan dari daerah lain, seperti Makassar," ujar Nurrahmani.

Ia mengakui, Samarinda bukan merupakan daerah produsen bahan pokok. Kebutuhan seperti beras, wortel, dan lainnya didatangkan dari luar daerah.

BACA JUGA: Jelang Ramadan, DPKH Kaltim Intensifkan Vaksinasi PMK untuk Hewan Ternak

BACA JUGA: Soal Jadwal Pembelajaran Selama Ramadan, Kemenang Berau Tungu Edaran Dirjen

Namun, pihaknya memastikan bahwa pasokan dari distributor dan pengecer berjalan dengan baik.

Ia menambahkan, saat ini harga bawang dan cabai sudah mulai turun, dan stok beras juga aman.

Sementara untuk gula, yang sempat dikeluhkan oleh UMKM karena kenaikan harga, Nurrahmani menyebut, pihaknya telah berkomunikasi dengan distributor dan memastikan stok aman terkendali.

Rencana diadakannya pasar murah, menjadi solusi andalan pemerintah untuk membantu masyarakat mengatasi dampak kenaikan harga.

BACA JUGA: Kebutuhan Elpiji Jelang Ramadan Potensi Meningkat, Begini Langkah Antisipasi Pemkab Paser

BACA JUGA: Siaga Inflasi Jelang Ramadan, Pemkot Awasi Harga Bahan Pangan

Harga barang di Pasar murah, kata Nurrahmani, akan jauh lebih bisa dijangkau masyarakat dibandingkan pasar umum.

"Biasanya pasar murah kami gelar satu kali menjelang puasa dan Lebaran. Tapi tahun ini kami berupaya bisa dua kali di setiap kecamatan, atau minimal 20 titik di seluruh Samarinda," kata dia.

"Kami ingin manfaat kehadiran pasar murah ini benar-benar bisa dirasakan masyarakat luas," sambungnya.

Untuk lokasi pasar murah, Nurrahmani mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan. Tujuannya agar lokasi pasar murah mudah dijangkau masyarakat dan tidak sepi pembeli.

BACA JUGA: Ekonomi Kalimantan Timur 2024 Tumbuh 6,17 Persen, Melebihi Rata-rata Nasional

BACA JUGA: Hai Gen Z, Ini 6 Jenis Investasi yang Cocok untuk Kamu di Tahun 2025

"Pada awal Februari ini, kami menjaring data dari kecamatan mengenai titik-titik yang akan dijadikan lokasi pasar murah. Kemudian, untuk selanjutnya berdiskusi dengan distributor untuk menentukan jadwal dan lokasi yang strategis," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir mengenai ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan. Pihaknya terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok itu.

"Kami bekerja sama langsung dengan distributor agar harga yang ditawarkan lebih rendah," terangnya.

Disdag Samarinda juga berupaya membentuk tim pengawas yang bertugas mencegah praktik penimbunan bahan pokok. Tim ini akan bergerak menindak tegas oknum yang mencoba memanfaatkan situasi pasar.

BACA JUGA: Pertamina Pastikan Stok Gas Elpiji 3 Kg Aman, Imbau Masyarakat Tidak Usah Panik

BACA JUGA: Berlaku Hari Ini, Prabowo Pangkas Biaya Perjalanan Dinas Rp306,69 Triliun

"Jika ada indikasi penimbunan atau praktik curang lainnya, silakan masyarakat untuk melaporkan hal itu. Dan kami akan segera mengambil tindakan tegas," ucapnya.

Terakhir, Nurrahmani juga mengimbau, agar masyarakat tidak panik membeli barang kebutuhan atau melakukan pembelian dengan berlebihan.

"Belilah kebutuhan pokok sesuai anggaran dan ketersedian pasar," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: