Harga Crypto Hari Ini 28 Desember: Bitcoin dan Koin Lain Sedang Ambruk, Jual Atau Beli?

ilustrasi cryptocurrency.--
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Harga kripto pada pembukaan Sabtu 28 Desember 2024 pagi terpantau sedang dalam kurva atau grafik memerah.
Dikutip dari coinmarketcapp, empat besar mata uang crypto dengan nilai tertinggi yakni Bitcon (BTC), Ethereum (ETH), maker (MKR) justru sedang dalam kurva merah. Sementara di peringkat 4 yakni mata uang crypto BNB (BNB) menunjukkan grafik hijau.
Secara akumulasi, kapitalisasi pasar kripto global pada Sabtu 28 Desember 2024 adalah senilai USD 3,26 triliun, cenderung turun 1,77 persen dari hari sebelumnya yaitu Jumat 27 Desember 2024.
Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah USD 128,72 miliar, yang berarti ada kenaikan 4,84 persen. Volume semua koin stabil saat ini adalah USD 122 miliar, yang merupakan 94,78% dari total volume 24 jam pasar kripto.
Dan Bitcoin masih menunjukkan dominasinya dengan nilai 57,18 persen atau meningkat 0,12 persen sepanjang hari.
BACA JUGA:Bitcoin Belum Mampu kembali ke Harga Puncak Senilai US$ 108.000
BACA JUGA:Bitcoin: Dulu Diejek dan Diremehkan, Sekarang Dicari-cari Pemerintah dan Perbankan
Walau pun mendominasi di puncak, harga Bitcoin justru terjun bebas menjadi senilai USD 94.346,07 atau senilai Rp 1,526 triliun per koinnya (dengan kurs 1 Dollar = Rp 16.185,00).
Ethereum masih stagnan di nilai USD 3.333,32 atau Rp 53,9 juta per koin. Disusul Maker dengan nilai per koinnya USD 1.563,05 atau Rp 25,3 juta.
BNB justru kebalikannya. Mata uang crypto ini menunjukkan kurva hijau. Baik selama pergerakan seminggu atau sehari. Growth atau pergerakan koin BNB selama 24 jam terakhir meningkat 1,11 persen dengan market cap sebanyak USD 100, 31 triliun.
Jual atau beli?
Lalu, kapan seharusnya menjual atau membeli koin crypto dengan situasi seperti sekarang. Jika harga crypto sedang turun maka boleh saja membelinya. Namun perlu diketahui, bahwa pada dasarnya harga crypto tidak bisa diprediksi.
Untuk meminimalkan risiko, bisa menerapkan strategi dollar-cost averaging. Yaitu membeli crypto dengan jumlah dan pada waktu yang tetap secara berkala.
BACA JUGA:Sembilan Jenis Investasi yang Cocok untuk Gen Z, Sambil Rebahan Bisa Tetap Cuan
Misalnya saat membeli sejumlah crypto tanggal 15 setiap bulannya dan kemudian menahannya. Dengan begitu, crypto yang kamu miliki akan terakumulasi dan memiliki harga beli yang berbeda sehingga fluktuasi harga akan terbagi rata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: