Rencana Pembangunan Gudang Bulog Bontang Terhambat Status Lahan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, Ahmad Aznem.-(Disway Kaltim/ Michael)-
Secara teknis, proyek ini akan dikerjakan bertahap. Pada tahap pertama, akan dibangun satu unit gudang utama. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembangunan rumah jaga.
Akses jalan menuju lokasi bahkan telah lebih dahulu disiapkan pemerintah daerah sebagai bagian dari dukungan infrastruktur. “Jadi tidak langsung sekaligus,” tambah Debora.
BACA JUGA: Pemkab Kutim Siapkan 3 Hektare Lahan untuk Pembangunan Gudang Bulog
BACA JUGA: Bulog Pusat Nyatakan Siap Bangun Gudang Baru di Mahulu, Hasil Audiensi DPRD di Jakarta
Skema bertahap ini dinilai lebih realistis. Agar pembangunan dapat menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan teknis di lapangan. Keberadaan gudang Bulog disebut sebagai bagian penting dari strategi ketahanan pangan daerah.
Sebagai kota industri, Bontang bukan daerah penghasil utama bahan pangan. Kebutuhan beras dan komoditas strategis lainnya masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Dalam kondisi normal, distribusi relatif lancar.
Namun ketika terjadi gangguan cuaca, hambatan transportasi, lonjakan permintaan, atau gejolak harga nasional, daerah yang tidak memiliki cadangan memadai berisiko mengalami kelangkaan dan kenaikan harga.
“Dengan adanya gudang Bulog ini, ketersediaan pangan kita akan lebih aman. Selain itu, harga pangan nantinya juga akan lebih stabil,” ujar Debora.
BACA JUGA: Wawali Bontang Soroti Pengelolaan SMA/SMK oleh Provinsi: Program Tak Selaras, Orangtua Siswa Cemburu
BACA JUGA: Pemkot Bontang Ragukan Data BPS Kaltim, Sebut Pengangguran Justru Menurun
Gudang Bulog nantinya akan difungsikan untuk menyimpan cadangan beras dan komoditas pangan strategis lainnya.
Stok tersebut dapat digunakan untuk intervensi pasar saat harga melonjak, sekaligus menjadi penyangga apabila distribusi terganggu.
Gudang ini diharapkan menjadi sabuk pengaman bagi stabilitas pangan Kota Bontang. Pemerintah daerah berharap persoalan administrasi lahan segera tuntas sehingga pembangunan dapat dimulai tanpa penundaan lebih lanjut.
“Harapan kami setelah persoalan administrasi lahan selesai, pembangunan bisa segera berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

