Jumlah kunjungan kapal mencapai 166.000 call, naik lebih dari 115% dibanding tahun sebelumnya.
Total tonase kotor (GT) juga tumbuh 102% menjadi 628,85 juta GT.
BACA JUGA:Disnakertrans Kaltim Ingatkan Manajemen Segera Lunasi Tunggakan Hak Karyawan Senilai Rp1,3 Miliar
"Volume gerakan pemanduan kapal sudah lebih dari 319 ribu gerakan. Itu naik sekitar 6 persen dari tahun lalu. Artinya, lalu lintas laut makin aktif, dan kita berhasil menjaga layanan tetap stabil," kata Patrick.
Layanan penundaan kapal pun meningkat, dengan total mencapai 2,62 miliar GT-jam, dan sektor docking mencatat pertumbuhan 10,53 persen dengan 21 kapal yang ditangani.
"Pengerukan juga naik tajam, hingga 39 persen. Ini penting karena alur pelayaran yang bersih itu krusial buat kelancaran logistik," tambahnya.
Pelindo Jasa Maritim juga menunjukkan pertumbuhan di sektor energi dan utilitas.
Distribusi BBM menembus 34.000 kiloliter, naik 20 persen, dan gas bumi mencapai 7,7 juta MMBTU, tumbuh 24 persen secara tahunan.
BACA JUGA:Cegah Keracunan Gegara Pengelolaan Salah, BGN Latih Penjamah Makanan Program MBG di PPU
"Listrik kami salurkan lebih dari 104 juta KWH, air bersih hampir 1,4 juta ton. Semuanya naik. Bahkan pengelolaan limbah dan layanan OSR (Oil Spill Response) juga meningkat drastis," jelas Patrick.
Di sektor peralatan, SPJM berhasil menekan Mean Time to Repair (MTTR) menjadi 3,39 jam, turun 21 persen.
Sementara itu, Mean Time Between Failure (MTBF) meningkat menjadi 126,79 jam.
"Artinya apa? Artinya alat-alat kami makin andal. Waktu perbaikan lebih singkat, dan kerusakan makin jarang. Itu yang kita harapkan dari sistem yang efisien," ujar Patrick.
Layanan Pandu dan Tunda: Digital, Transparan, Siaga 24 Jam.
Pelindo, melalui anak-anak usahanya, juga menjadi operator utama layanan pemanduan dan penundaan kapal, termasuk di wilayah Pelabuhan Samarinda.
"Layanan kami siap 24 jam. Tapi tetap mengikuti aturan lokal, misalnya pembatasan lalu lintas di Sungai Mahakam. Jadi tetap ada pengaturan, demi keselamatan semua pihak," jelas Patrick.