BACA JUGA:Konflik Tanah di Kutim Muncul Akibat Administrasi Lemah dan Aturan Usang
Ia juga menyinggung implementasi sistem digital Phinisi, yang kini terintegrasi dengan aplikasi Inaportnet dari Kementerian Perhubungan.
"Dengan sistem ini, pemesanan layanan jadi transparan dan cepat. Nggak perlu repot-repot lagi urus manual," katanya.
Terkait tarif, Patrick memberi penjelasan lugas. Semua tarif pandu dan tunda itu diatur pemerintah, dengan hitungan yang jelas.
"Margin maksimal 25 persen. Jadi kalau ada yang bilang terlalu mahal, saya rasa itu kurang tepat. Kami ikuti aturan, dan semua diaudit," tegasnya.
BACA JUGA:Paser Jadi Tuan Rumah Pransaka Kaltim, Sekwan Sebut Momentum Kenalkan Budaya Daerah
Manajemen Pelindo meyakini bahwa langkah-langkah efisiensi ini tidak hanya berdampak internal, tetapi juga menyumbang terhadap penurunan biaya logistik nasional.
"Ketika kapal bisa lebih cepat sandar dan bongkar muat lebih efisien, biaya logistik turun. Dan itu efek dominonya luar biasa, karena bisa mendorong daya saing nasional," ujar Patrick.
Patrick juga menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh insan SPJM.
"Pencapaian ini bukan hasil kerja individu. Ini kerja tim. Dan kami akan terus bergerak ke arah yang lebih baik, demi Pelindo, demi bangsa," pungkasnya.