272 Warga Samarinda Terjangkit Berbagai Penyakit Pascabanjir

Rabu 05-02-2025,08:01 WIB
Reporter : Mayang Sari
Editor : Hariadi

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat sebanyak 272 warga mengalami berbagai penyakit pascabanjir yang melanda kota tersebut selama sepekan.

Meski banjir telah surut, dampak kesehatan masih dirasakan oleh warga, terutama anak-anak yang lebih rentan dibanding orang dewasa. 

Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinkes pun terus melakukan pemantauan dan penanganan agar penyebaran penyakit dapat ditekan.

Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kosasih, mengatakan pihaknya telah berupaya maksimal dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir.

BACA JUGA: Rutan Kelas I Samarinda Kecolongan, Napi Bisa Bawa Ponsel Kendalikan Peredaran Narkoba

BACA JUGA: Pemasangan Jembatan Bailey untuk Akses Sementara Kaltim-Kalsel Sudah Mulai Dikerjakan

"Kami telah mengantisipasi dengan mendirikan posko kesehatan yang berdekatan dengan Puskesmas Bengkuring dan Griya Mukti. Petugas medis di sana sudah bekerja secara optimal dalam melayani keluhan warga," ungkap Ismed, Senin (3/2/2025).

Berdasarkan data Dinkes Samarinda, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit paling banyak diderita warga, dengan jumlah 120 kasus. 

Selain itu, tercatat 48 warga mengalami hipertensi, 44 warga menderita dermatitis, 26 warga mengalami gangguan pencernaan, dan 9 orang terkena diare. 

Sisanya, sebanyak 25 orang dilaporkan mengidap penyakit lainnya akibat dampak banjir.

BACA JUGA: Disperindag Samarinda Salurkan 18 Ribu Kartu Kendali Agar Pembelian Gas Elpiji Tepat Sasaran

BACA JUGA: Disperindagkop UMKM Kaltim Akan Monitoring Distribusi Elpiji Tiga Kilogram

Ismed menjelaskan, kondisi rumah warga yang tergenang air selama sepekan menjadi faktor utama meningkatnya kasus penyakit pascabanjir.

"Jadi keluhan-keluhan warga yang sakit kita data, selagi mereka menghubungi dokter on call itu tadi. Juga mendatangi posko kesehatan terdekat," ucap Ismed.

Dinkes Samarinda tidak hanya mendirikan posko kesehatan, tetapi juga mengerahkan tim medis yang bertugas secara mobile. 

Kategori :