Bankaltimtara

70–80 Persen Pasokan Bergantung Luar Daerah, Harga Pangan Kaltim Sensitif Jelang Lebaran

70–80 Persen Pasokan Bergantung Luar Daerah, Harga Pangan Kaltim Sensitif Jelang Lebaran

Harga komoditas pangan di pasar Kaltim cenderung sensitif karena 80 persen pasokannya bergantung dari luar daerah.-(Disway Kaltim/ Mayang)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Harga pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan sensitif menjelang Lebaran 2026. Hal ini dipicu tingginya ketergantungan pasokan bahan pokok dari luar daerah yang mencapai 70 hingga 80 persen.

Meski ada potensi kenaikan harga, pemerintah mengklaim stok pangan di Kaltim tetap aman hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. Distribusi bahan pokok juga disebut masih berjalan lancar.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, mengatakan kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang Ramadan dan Lebaran merupakan pola yang hampir sama setiap tahun.

"Kalau terkait harga barang kebutuhan pokok, memang ada beberapa komoditas yang diproyeksi mengalami kenaikan harga. Tapi itu hampir setiap tahun terjadi," ungkap Heni ditemui Senin, 16 Maret 2026.

BACA JUGA: Program MBG Mulai Masuk Radar Pemicu Inflasi di Balikpapan, Ini yang Dilakukan TIPD

BACA JUGA: Kebutuhan Uang Jelang Lebaran Meningkat, BI Kalimantan Timur Siapkan Rp2,18 Triliun

Beberapa komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga antara lain daging sapi, cabai, dan bawang merah. Permintaan masyarakat terhadap komoditas tersebut biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Menurut Heni, kondisi ini turut mendorong penyesuaian harga di tingkat pedagang maupun distributor.

Selain faktor permintaan, harga pangan di Kaltim juga dipengaruhi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Sebagian besar kebutuhan bahan pokok masyarakat masih didatangkan dari provinsi lain.

"Secara keseluruhan sekitar 70 sampai 80 persen kebutuhan bahan pokok kita masih disuplai dari luar Kalimantan Timur," ujarnya.

BACA JUGA: BI Balikpapan Targetkan 80 Juta Transaksi QRIS di 2026 dan Tanpa Ada Biaya Tambahan

BACA JUGA: Harga Minyak Dunia Tembus USD 100, Ekonom Minta Pemerintah Perketat Fiskal

Ketergantungan tersebut membuat harga pangan di Kaltim lebih sensitif terhadap perubahan pasokan maupun peningkatan permintaan pasar.

Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman menjelang Lebaran 2026.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: