Bankaltimtara

Terkendala SDM, Pengoperasian Insinerator Sampah di Samarinda Ditunda

Terkendala SDM, Pengoperasian Insinerator Sampah di Samarinda Ditunda

Proses perakitan insenerator sampah di Polder Air Hitam Samarinda.-(Disway Kaltim/ Rahmat)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda menunda pengoperasian fasilitas insinerator sampah yang semula ditargetkan berjalan pada akhir tahun. 

Penundaan dilakukan karena sejumlah kendala teknis, terutama belum terpenuhinya kebutuhan sumber daya manusia (SDM) untuk pengoperasian unit insinerator.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, mengatakan bahwa proses perekrutan tenaga kerja hingga kini belum mencapai kuota yang ditetapkan.

“Memang target kami di akhir tahun, tetapi ada beberapa kendala teknis, salah satunya perekrutan. Kami sudah membuka rekrutmen, namun sampai sekarang kuota yang dibutuhkan untuk setiap unit insinerator belum terpenuhi,” ujar Taufiq saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Minggu (4/1/2025).

BACA JUGA: DLH Samarinda Targetkan Insinerator Beroperasi Akhir Desember Tahun Ini

BACA JUGA: DLH Samarinda Pastikan Kesiapan Insinerator, Abu Pembakaran Akan Diolah Jadi Paving Block

Ia menjelaskan, keterbatasan SDM tersebut membuat DLH belum dapat melangkah ke tahap berikutnya, yakni pelatihan teknis. Pelatihan baru bisa dilakukan setelah seluruh personel yang dibutuhkan terpenuhi.

“Tidak mungkin kami melakukan pelatihan dua atau tiga kali. Vendor juga meminta peserta lengkap dulu baru dilatih. Vendornya dari Bandung,” kata dia.

Menurut Taufiq, setelah pelatihan teknis pun insinerator tidak bisa langsung diluncurkan. Pemerintah daerah harus terlebih dahulu melakukan uji coba untuk memastikan mesin berfungsi optimal.

“Kami harus uji coba dulu. Jangan sampai saat launching dan sudah dipublikasikan secara luas, ternyata ada masalah teknis. Kami ingin ketika launching, semuanya sudah berjalan mulus,” ujarnya.

BACA JUGA: DLH Samarinda Siapkan 80 Operator untuk 10 Tempat Insinerator

BACA JUGA: Insinerator Sampah Dipastikan Sudah Penuhi Syarat Lingkungan, Akhir Tahun Ini Beroperasi

Saat ini, dari total kebutuhan sekitar 72 tenaga kerja, DLH Samarinda masih kekurangan sekitar 20 orang. Salah satu tantangan dalam perekrutan, kata Taufiq, adalah persepsi calon pelamar terkait tugas pekerjaan.

“Tugas mereka bukan hanya mengoperasikan mesin, tetapi juga melakukan pemilahan sampah. Ada yang mengira hanya soal teknis mesin. Begitu tahu harus berurusan langsung dengan sampah, akhirnya mengundurkan diri,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: