Bankaltimtara

Kemiskinan di Kaltim Menyusut 21,6 Ribu Sepanjang 2025, IPM di Atas Nasional

Kemiskinan di Kaltim Menyusut 21,6 Ribu Sepanjang 2025, IPM di Atas Nasional

Pemkot Kaltim mengklaim penurunan angka kemiskinan 0,61 persen sepanjang 2025.-(Ilustrasi/ Istimewa)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mencatat sejumlah tren positif pada indikator makro pembangunan sepanjang 2025. 

Penurunan angka kemiskinan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, stabilitas ketenagakerjaan, serta terkendalinya inflasi menjadi gambaran kinerja ekonomi daerah yang dinilai berada pada jalur yang sehat.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menyampaikan, salah satu capaian paling signifikan adalah keberhasilan pemerintah daerah menekan angka kemiskinan secara konsisten. 

Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan Kaltim pada 2025 turun sebesar 0,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Angka Kemiskinan di Kutim Turun Tipis, Pemkab Perkuat Basis Data dan Strategi Pengendalian Pendatang

BACA JUGA: Angka Kemiskinan Berau Turun ke 4,4 Persen, Gamalis: Jangan Puas Warga Harus Benar-benar Mandiri

"Pada 2024 angka kemiskinan kita berada di level 5,78 persen. Di akhir 2025 berhasil kita tekan hingga menyentuh 5,17 persen," ungkap Seno Aji saat ditemui, Jumat, 9 Januari 2026.

Ia menjelaskan, penurunan persentase kemiskinan tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan mencerminkan perubahan nyata pada kondisi sosial ekonomi masyarakat. 

Penurunan sebesar 0,61 persen itu, kata Seno Aji, setara dengan berkurangnya sekitar 21,6 ribu penduduk miskin di Kaltim.

"Penurunan ini menunjukkan bahwa berbagai program pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat berjalan efektif," kata Seno.

BACA JUGA: PKK PPU Didorong Segera Aksi Nyata dan Terukur untuk Atasi Stunting dan Kemiskinan

BACA JUGA: Kolaborasi Pemprov-Pusat, Angka Kemiskinan Ditekan Meski Sedikit

Menurutnya, tren positif tersebut sejalan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi daerah yang relatif stabil. Hingga triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat di angka 4,26 persen.

Seno mengakui terdapat dinamika pada sektor pertambangan dan penggalian, khususnya akibat menurunnya permintaan batu bara di pasar global. Namun demikian, perlambatan di sektor tersebut tidak serta-merta mengganggu ketahanan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: