Zaenuddin Thaib Soroti Ketimpangan OPD dan Bocornya Ruang Rapat DPRD Kutai Barat
Kondisi atap ruang Rapat Komisi DPRD Kutai Barat yang mengalami kebocoran.-(Disway Kaltim/ Eventius)-
KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM – Anggota DPRD Kutai Barat, Zaenuddin Thaib, menyoroti efektivitas fungsi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendukung tugas DPRD, khususnya terkait fungsi pengawasan lapangan.
Menurutnya, terjadi ketidakseimbangan antara OPD yang menangani pelayanan langsung terhadap anggota DPRD atau Sekretariat DPRD (Sekwan) dengan OPD lainnya, sehingga mengurangi efektivitas pengawasan kegiatan proyek di lapangan.
Zaenuddin menjelaskan bahwa OPD yang mendukung anggota DPRD memiliki tugas dan fungsi yang berbeda dibanding OPD lain.
“OPD Sekwan itu tugas dan fungsinya adalah pelayanan terhadap tugas dan fungsi anggota DPR. Sementara tugas dan fungsi anggota DPR itu 80 persen di lapangan, 20 persen di kantor. Kalau OPD lainnya itu justru 80 persen di kantor, 20 persen di lapangan. Jadi perbedaannya jelas di situ,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kutai Barat, Jumat (31/10/2025).
BACA JUGA: Pajak Kendaraan Perusahaan Belum Masuk Kutai Barat, DPRD Siapkan Regulasi
BACA JUGA: DPRD Kubar Soroti Perusahaan Sawit yang Tidak Transparan Soal Pajak dan Plasma Masyarakat
Ia menambahkan, efisiensi anggaran Sekwan yang dilakukan Pemkab Kukar berdampak pada fungsi pengawasan DPRD.
Banyak perjalanan dinas untuk meninjau proyek dan kegiatan lapangan yang berkurang karena keterbatasan anggaran.
“Fungsi pengawasan itu banyak memerlukan perjalanan lapangan. Kalau tim dipotong anggarannya, pengawasan jadi terkendala,” jelas Zaenuddin.
Selain itu, Zaenuddin juga menyoroti kondisi fisik ruang rapat DPRD yang memerlukan perhatian serius.
BACA JUGA: Proyek Jalan Bung Karno dan Pelabuhan Royoq Dinilai Mubazir, DPRD Kubar Menolak
BACA JUGA: Masih Ada Desa di Kutai Barat belum Teraliri Listrik PLN, Jarak Jaringan Terdekat hanya 2 Kilometer
Beberapa ruangan, termasuk ruang Ruang Rapat Komisi, mengalami kebocoran yang cukup signifikan, hingga air menetes ke lantai.
Menurutnya, perbaikan ringan tidak cukup dan dibutuhkan rehab berat untuk memastikan kenyamanan dan keamanan saat beraktivitas di gedung DPRD.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

