Zaenuddin Thaib Soroti Ketimpangan OPD dan Bocornya Ruang Rapat DPRD Kutai Barat
Kondisi atap ruang Rapat Komisi DPRD Kutai Barat yang mengalami kebocoran.-(Disway Kaltim/ Eventius)-
“Ruang Rapat Komisi itu sampai menetes-netes airnya ke ruangan. Rasanya sudah saatnya ada rehab berat yang dianggarkan di PUPR. Sudah ada dianggarkan, mungkin direalisasikan di 2026 nanti. Jadi ini bukan rehab ringan, tapi rehab berat, terutama untuk atap. Lantai dua juga banyak yang bocor, lumayan banyak,” kata Zaenuddin.
Ia menekankan pentingnya pemeliharaan infrastruktur kantor DPRD agar mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi anggota DPR secara optimal.
BACA JUGA: Jalan Rusak Hambat Ekonomi Jempang, DPRD Kutai Barat Desak Pemerintah Bergerak
BACA JUGA: Pembangunan Jaringan Listrik PLN di Siluq Ngurai Tertunda, Terkendala Status Jalan
Kondisi gedung yang kurang memadai, menurut Zaenuddin, akan mempengaruhi kenyamanan anggota DPRD dalam menjalankan kegiatan legislatif, termasuk rapat dan pengawasan proyek.
Zaenuddin berharap pemerintah daerah melalui PUPR segera merealisasikan rehab ruang rapat tersebut pada tahun anggaran 2026.
Dengan perbaikan ini, anggota DPRD dapat bekerja lebih maksimal, terutama dalam menjalankan fungsi pengawasan di lapangan, yang merupakan bagian utama dari tugas mereka.
“Kami berharap realisasi rehab ini bisa berjalan sesuai rencana. Dengan fasilitas yang lebih baik, anggota DPRD bisa lebih fokus menjalankan pengawasan proyek dan kegiatan pembangunan yang ada di lapangan,” ujar Zaenuddin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
