Disdamkartan Bontang Jadi Target BNN, Tes Urine Berkala Diterapkan di 2026
Disdamkartan Bontang menjadi fokus BNN Kota Bontang, menyusul temuan sejumlah ASN positif narkoba pada OPD tersebut.-(Disway Kaltim/ Michael)-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang menjadi fokus perhatian Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani, mengatakan pihaknya telah menjalin kerjasama yang mencakup pelatihan, pembentukan satuan tugas (satgas), penguatan ketahanan keluarga, hingga pelaksanaan tes urine berkala.
“Kami menargetkan hingga akhir 2026 seluruh pegawai Disdamkartan, baik ASN maupun PPPK, benar-benar bebas dari narkoba. Sehingga, mereka akan dilakukan tes urine secara rutin dengan waktu yang tidak ditentukan,” kata Lulyana, pada Senin, 30 Maret 2026.
BACA JUGA: Sejumlah Personel Disdamkartan Kota Bontang Positif Narkoba
BACA JUGA: 3 Sopir di Bontang Terkonfirmasi Positif Narkoba, Masyarakat Pengguna Jasa Travel Mulai Resah
Menurut Lulyana, langkah ini penting karena Disdamkartan merupakan garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Pegawai yang terbebas dari narkoba diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan publik.
BNN Kota Bontang menetapkan tiga fokus utama pencegahan pada 2026. Untuk instansi pemerintah, Disdamkartan dipilih karena ditemukan beberapa kasus pegawai yang positif narkoba.
Di tingkat kelurahan, Kelurahan Tanjung Laut Indah menjadi lokasi prioritas berdasarkan peta kerawanan yang menunjukkan tingginya peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Sementara di sektor perusahaan, PT Pupuk Kalimantan Timur dipilih sebagai target pembinaan awal.
BACA JUGA: ASN Balikpapan Terseret Kasus Narkoba, Dewan Desak Lakukan Tes Urin Massal
BACA JUGA: 110 CPNS di Bontang Tes Urine, 1 Orang Positif Menggunakan Obat Mengandung Prekusor Narkotika
“Kami sebenarnya ingin menjangkau lebih banyak perusahaan, namun keterbatasan sumber daya membuat kami fokus pada satu perusahaan terlebih dahulu sebagai percontohan,” jelas Lulyana.
Lulyana berharap instansi dan perusahaan yang sudah dibina bisa menjadi agen perubahan, menyebarkan program bebas narkoba ke lingkungan lain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
