Bankaltimtara

Produksi Es Balok di Paser Tak Maksimal karena Mesin Sering Rusak

Produksi Es Balok di Paser Tak Maksimal karena Mesin Sering Rusak

Pabrik produksi es balok yang dikelola oleh Dinas Perikanan Paser.-Sahrul/Disway Kaltim-

PASER, NOMORSATUKALTIM - Pabrik es balok di Kecamatan Tanah Grogot yang dikelola Dinas Perikanan Paser tidak beroperasi maksimal.

Kendala pada produksi es balok dialami sudah sejak beberapa bulan terakhir. Sehingga berdampak terhadap layanan penjualan es balok yang tidak maksimal.

Dinas Perikanan mengungkapkan adanya kerusakan pada komponen mesin pencetak es balok yang kerap rusak meskipun sudah dilakukan upaya perbaikan.

BACA JUGA:Dinas Perikanan Paser Usulkan Desa Lori Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

"Pabrik es beberapa bulan mandek gak beroperasi karena gangguan trouble mesin. Yang rusak itu semacam dinamo penggerak. Sebenarnya sudah beberapa kali kami coba perbaiki, tapi rusak lagi," kata Rudiansyah, Minggu 19 Oktober 2025.

BACA JUGA:MTQ ke-49 Paser di Tanjung Harapan Digelar Bulan Depan

Komponen mesin yang tidak lagi berfungsi maksimal membuat Dinas Perikanan mengusulkan alokasi anggaran pengadaan mesin baru.

Usulan itu telah disampaikan dan dipastikan telah diakomodir untuk pergantian mesin dinamo baru agar produksi es balok bisa kembali normal.

"Saran dari teknisi mesin diganti dengan yang baru, rekomendasi itu sudah kami usulkan, kami masih menunggu proses di pengadaan barang dan jasa (Barjas)," ujarnya.

Pabrik es balok dipastikan masih beroperasi agar layanan penjualan es balok tetap berjalan, hanya saja dengan mesin yang lama tidak menjamin dapat bekerja maksimal.

BACA JUGA:6 Raperda Inisiatif Pemkab Paser Diusulkan, Salah Satunya Penyertaan Modal PDAM

"Sempat beberapa lama vakum (tidak beroperasi), sementara nelayan mengandalkan es balok produksi perikanan, tapi saat ini sudah beroperasi lagi," jelasnya.

BACA JUGA:WTP Batu Sopang Belum Beroperasi Penuh, Menunggu Jaringan Pipa Rampung

Produksi es balok yang tidak beroperasi maksimal berdampak terhadap sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak terserap maksimal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: