Bankaltimtara

Disdikbud Kaltim Bantah Wajibkan Sekolah Beli Buku Karya Hasanuddin Mas'ud

Disdikbud Kaltim Bantah Wajibkan Sekolah Beli Buku Karya Hasanuddin Mas'ud

Buku Mengubah Nasib karya Hassanuddin Mas'ud.-istimewa-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Isu diwajibkannya sekolah membeli buku karya Hassanudin Mas'ud dibantah Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Armin.

Ia memastikan tidak pernah ada instruksi resmi maupun kebijakan yang mewajibkan penggunaan dana sekolah untuk membeli buku tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Armin setelah muncul kabar yang menyebut dirinya mengarahkan sekolah untuk membeli buku berjudul Mengubah Nasib.

Bahkan, isu tersebut dikaitkan dengan dugaan pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).

"Saya tegaskan, tidak pernah ada pernyataan dari saya yang menyuruh sekolah membeli buku itu. Sama sekali tidak ada kewajiban," ungkap Armin saat dikonfirmasi, Rabu 3 September 2025.

BACA JUGA:Indeks Keterbukaan Informasi KONI Kaltim Hanya di Angka 3,95 Persen

Armin menjelaskan, bahwa keterkaitannya dengan buku Mengubah Nasib itu sudah berlangsung lama. Jauh sebelum dirinya diangkat menjadi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim.

Buku yang ditulis Hasanuddin Mas'ud atau Hamas itu ia terima sebagai hadiah pribadi. Karena merasa isi bukunya menarik, ia pun meminta tambahan beberapa eksemplar.


Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin.-Mayang/Disway Kaltim -

Buku itu pun ia bagikan kepada sejumlah kepala sekolah. Namun, itu murni inisiatif pribadi, bukan bagian dari program atau kebijakan dinas.

"Kalau ada kepala sekolah yang datang menemui saya, kadang saya kasih buku itu. Saya hanya bilang, ini buku bagus untuk dijadikan bahan bacaan tambahan. Tidak pernah saya bilang harus dibeli," jelasnya.

BACA JUGA:Ini Tuntutan Aliansi Mahakam Kaltim dalam Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD

Menurut Armin, buku Mengubah Nasib tersebut berisi perjalanan hidup Hasanuddin Mas'ud sejak kecil hingga meniti karier politik.

Kisah-kisah dalam buku itu, katanya, penuh pesan moral dan semangat perjuangan. Dan bahkan bisa memotivasi generasi muda untukda tidak kenal menyerah mengejar cita-cita.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: