Bankaltimtara

Kesal Tak Kunjung Ditangani, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Nasional yang Rusak

Kesal Tak Kunjung Ditangani, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Nasional yang Rusak

Protes jalan nasional yang rusak tak kunjung diperbaiki, warga tanam pohon pisang.-Eventius/Nomorsatukaltim-

KUBAR, NOMORSATUKALTIM – Warga Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, menunjukkan aksi protes tak biasa dengan menanam pohon pisang di tengah badan Jalan Trans Kalimantan, tepat di depan Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar (RS HIS).

Aksi itu merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), karena kerusakan jalan nasional yang rusak tersebut telah berlangsung lama tanpa penanganan.

Pantauan NOMORSATUKALTIM di lapangan, pohon pisang tampak berdiri di tengah jalan berlubang yang membentang lebar dan dalam.

Beberapa pengendara tampak berhati-hati, memperlambat laju kendaraan untuk menghindari lubang dan batang pohon yang kini menjadi simbol kemarahan warga terhadap lambannya respons dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), instansi di bawah Kementerian PUPR.

BACA JUGA: Ladang Digusur, Warga Dilang Puti Protes: Sudah Lapor Polisi, Tapi Alat Berat Jalan Terus

Kerusakan parah terlihat mulai dari simpang lampu merah Sumber Sari hingga ke depan RS HIS. Aspal terkelupas dan berlubang dengan kedalaman sekitar 35 sentimeter dan panjang sekitar 6 meter, terutama di ruas tepat depan rumah sakit.

Saat hujan turun, lubang-lubang ini berubah menjadi genangan lumpur, sementara pada musim kemarau menyebarkan debu tebal yang mengganggu pernapasan warga.

“Kalau pemerintah masih punya mata dan hati, seharusnya jalan ini sudah lama diperbaiki. Tapi sampai sekarang tidak ada tindakan nyata. Kami warga sudah capek mengeluh,” ujar Ahmad (38), warga sekitar, kepada media ini, Selasa (3/6/2025).

Ahmad menuturkan, jalan rusak ini bukan hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa. Pasalnya, jalur ini menjadi akses utama ambulans yang keluar masuk membawa pasien ke RS HIS, rumah sakit rujukan di wilayah Sendawar.

BACA JUGA: Warga Kutai Barat Bersatu Tolak Tambang Ilegal di Lapangan Sari Jaya

“Bayangkan kalau yang dibawa ambulans itu keluarga kita. Mereka butuh pertolongan cepat, tapi laju kendaraan harus melambat karena jalan rusak parah. Apa harus tunggu ada korban dulu baru diperbaiki?” kata Ahmad geram.

Ia juga menyoroti keberadaan kendaraan berat milik perusahaan yang setiap hari melintas di jalur ini. Truk-truk pengangkut batu bara, mobil tangki CPO (Crude Palm Oil), hingga armada koridor perusahaan besar menggunakan jalan nasional tersebut tanpa henti, dengan muatan yang melebihi daya dukung jalan.

“Ini bukan jalan hauling. Ini jalan nasional, tapi sekarang sudah seperti jalan khusus tambang. Perusahaan-perusahaan itu lewat tiap hari, tapi tidak ada yang peduli untuk memperbaikinya. Beban berat kendaraan itulah yang bikin jalan cepat hancur,” tambah Ahmad.

Penanaman pohon pisang itu, menurutnya, bukan tindakan iseng atau sekadar cari perhatian. Ia menyebut aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan dan peringatan serius kepada pemerintah pusat, agar tidak terus mengabaikan jeritan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: