Ketua DPRD Balikpapan Pastikan Pemilihan Wawali Diulang dari Awal

Ketua DPRD Balikpapan Pastikan Pemilihan Wawali Diulang dari Awal

Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh -(Disway/ Adhi)-

Balikpapan, NOMORSATUKALTIM – Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Wali Kota (Wawali) Balikpapan, Abdulloh menyayangkan diulangnya proses pengisian kursi kosong orang nomor dua Kota Minyak, sebutan lain Balikpapan.

Abdulloh yang juga Ketua DPRD Kota Balikpapan ini menyebut, tahapan pemilihan calon pendamping Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud harus terhenti karena salah satu calon mundur.

Saat ini hanya tersisa Risti Utami Dewi sebagai satu-satunya calon yang tersedia. Namun, regulasi mensyaratkan minimal dua calon, untuk kemudian dipilih oleh seluruh anggota DPRD Balikpapan. Sehingga proses yang sudah berjalan tak bisa dilanjutkan.

"Kita mulai dari nol lagi. Saat para calon melengkapi berkas, di tengah jalan mengundurkan diri atau mengalihkan rekomendasinya kepada Bu Risti. Kita tidak bisa apa-apa," kata Abdulloh, Sabtu (4/11/2023).

Abdulloh menjelaskan, meski telah melewati proses panjang. Mekanisme pemilihan Wawali Balikpapan dengan satu kandidat, melanggar Tatib DPRD Balikpapan dan Undang-Undang.

Sehingga, kata dia, mekanismenya harus diulang kembali. Panitia pemilihan akan kembali mengumpulkan seluruh partai pengusung pasangan Rahmad Mas'ud-Thohari Aziz untuk mengusulkan pengganti kandidat yang mundur dari pencalonan.

"Tidak gampang mengumpulkan partai koalisi dan untuk menyatukan dua nama, karena masing-masing partai pengusung juga punya calon. Ini perlu dipahami," terangnya.

Sebagai informasi, sebelumnya proses pemilihan Wawali Balikpapan telah mengerucut pada dua nama usulan. Yakni Budiono dan Risti Utami.

Kedua nama ini telah dipegang oleh Rahmad Mas'ud dan dua nama usulan tersebut telah dikirim ke DPRD Balikpapan untuk diproses lebih lanjut.

Saat tahapan melengkapi berkas persyaratan calon. Di luar dugaan, Budiono batal mencalonkan diri karena rekomendasi DPP PDI Perjuangan dialihkan ke Risti Utami.

"Saya bukan mundur dari pencalonan wawali. Tapi itu rekomendasi dari DPP PDIP. Saya kan petugas partai. Jadi, nurut saja apa kata partai," ujar Budiono saat dikonfirmasi.

"Kalau DPP PDIP mengalihkan dukungan, masa saya tetap maju. Saya petugas partai dan taat kepada pimpinan partai," tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: