Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 21 Februari 2026, Cek di Sini!
Hujan ringan diprediksi mendominasi cuaca Kaltim pada pagi hari.-(Ilustrasi/ Freepik)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Cuaca Kalimantan Timur (Kaltim) pada Sabtu, 21 Februari 2026, diprakirakan didominasi kondisi berawan setelah hujan ringan mengguyur sejumlah wilayah pada pagi hari.
Suhu udara cenderung lebih sejuk dibanding hari-hari sebelumnya, dengan kisaran 22 hingga 28 derajat Celsius dan tingkat kelembaban tinggi antara 76 hingga 99 persen.
Hujan ringan diprediksi terjadi pada pagi hari di Samarinda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Sendawar, Tenggarong, Balikpapan, Bontang, dan Penajam. Setelah itu, cuaca umumnya berangsur berawan hingga malam hari.
Di Samarinda, hujan ringan pada pagi hari diikuti cuaca berawan hingga malam dengan suhu 23–27 derajat Celsius. Kondisi serupa juga terjadi di Tenggarong.
BACA JUGA: Penyesuaian MBG saat Ramadan, BGN Berau Siapkan Menu Kering dan Sistem Rapelan
BACA JUGA: Bergantung Pasokan dari Luar Daerah, Harga Beras di Kutim Dijual di Atas HET
Sementara itu, IKN menjadi salah satu wilayah dengan suhu terendah, yakni 22–25 derajat Celsius, disertai kelembaban sangat tinggi hingga 99 persen.
Sendawar juga mengalami hujan ringan pada pagi hari sebelum berawan sepanjang sisa hari.
Adapun Ujoh Bilang, Tanjung Redeb, dan Tanah Grogot diprakirakan berawan sepanjang hari tanpa potensi hujan signifikan.
Sangatta diprakirakan mengalami udara kabur pada pagi hari sebelum berawan hingga malam. Kondisi serupa juga terjadi di Penajam, di mana udara kabur berpotensi muncul pada siang hari setelah hujan ringan pagi.
BACA JUGA: Perjanjian ART Indonesia–AS Resmi Diteken, 1.819 Produk Ekspor Dapat Tarif Nol Persen
BACA JUGA: Perputaran Uang di Festival Ramadan Tenggarong Diprediksi Mencapai Ratusan Juta Rupiah
Secara umum, pola cuaca Kaltim hari ini menunjukkan dominasi awan dengan hujan ringan yang bersifat merata pada pagi hari.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap jalan licin akibat hujan, serta tingginya kelembaban udara yang dapat memicu kabut atau udara kabur di beberapa wilayah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

