Bankaltimtara

Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah, Harga Beras di Kutim Dijual di Atas HET

Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah, Harga Beras di Kutim Dijual di Atas HET

Menjelang Ramadan, permintaan meningkat sementara pasokan masih bergantung dari luar daerah.-istimewa-

KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Sejumlah komoditas bahan pokok mulai menunjukkan tren kenaikan harga selama bulan suci Ramadan.

Terutama komoditas beras yang menjadi kebutuhan pokok utama masyarakat di Kutim.

Lonjakan harga ini dipicu tantangan distribusi dari luar daerah.

Sehingga membuat harga jual di pasaran sulit mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional.

Menurut data Peraturan Badan Pangan Nasional (NFA) Nomor 5 tahun 2024, HET beras premium ditetapkan sebesar Rp 15.400 per kilogram dan HET beras medium Rp 13.100 per kilogram untuk wilayah Kalimantan, termasuk Kutim. 

BACA JUGA:Cegah Kasus Keracunan, SPPG APT Pranoto di Kutim Perketat Seleksi Menu MBG Selama Ramadan

Sementara itu, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) terbaru pada 20 Februari 2026 menunjukkan rata-rata harga beras premium di tingkat pedagang eceran nasional berkisar di atas HET.

Yakni sekitar Rp 16.550 per kilogram untuk kualitas medium I dan menembus angka di atas Rp 15.000 per kilogram untuk kualitas bawah. 

BACA JUGA:Dinkes Kutim Pastikan Pembangunan Puskesmas Sangatta Dipercepat, Proses Lelang Segera Dibuka

Untuk di Kutim, harga beras premium saat ini berada di kisaran Rp16.400 hingga Rp17.000 per kilogram.

Sementara itu, beras medium dijual dengan harga berkisar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

Fungsional Ahli Madya pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur (Disperindag) Kutim, Benita, mengakui pihaknya terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok secara intens, terutama menghadapi bulan Ramadan.

“Nah, untuk beras premium sebenarnya gini, yang membuat dilema Disperindag bukan kami tidak mengatasi, tetapi mengingat daerah kita ini kan bukan daerah penghasil tetapi daerah konsumen,” ujarnya belum lama ini.

Benita mengungkapkan bahwa wilayah Kutim sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah seperti Pulau Jawa dan Sulawesi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: