Hutan Lindung Wehea Kutim Terancam, Jalan Putus, Dana Pengawasan Terbatas
Akses jalan yang rusak di kawasan hutan Wehea.-istimewa-
BACA JUGA:9.644 Anak di Kutim Masuk Kategori Tidak Sekolah
“Patroli juga terhalang. Semua aktivitas jadi susah kalau jalan tidak diperbaiki. Mau jaga hutan saja jadi kesulitan,” katanya.
Berbagai upaya sudah ditempuh agar akses segera diperbaiki. Proposal telah diajukan ke perusahaan sejak Mei lalu, namun hasilnya belum terlihat.
“Ada yang mau bantu, ada yang tidak. Jadi tidak kompak. Ada yang bantu hanya BBM dan dump truk, tapi ya tidak bisa kalau bukan alat berat yang turun,” keluhnya.
Sayangnya, hingga kini belum ada perhatian dari pemerintah daerah.
BACA JUGA:Terpangkas Rp1,3 Triliun, Sudirman Latif Sebut APBD-P 2025 Disusun dengan Prinsip Kehati-hatian
Penjaga hutan hanya mengandalkan dukungan swadaya masyarakat.
“Selama ini pemerintah kabupaten tidak pernah membantu kami. Harapannya, ada perhatian, karena kami tidak punya anggaran seperti pemerintah. Benar-benar nol,” tegas Yuliana.
Ia berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi ini.
“Tolonglah dibantu, entah operasional atau perbaikan jalan. Supaya hutan tetap terjaga, tetap aman. Kalau tidak dijaga, hutan itu bisa habis,” ungkapnya.
Persoalan ini turut menjadi perhatian Ketua DPRD Jimmi. Ia menegaskan, mengaku baru mengetahui bahwa persoalan di lapangan cukup kompleks.
BACA JUGA:DPRD Kutim Desak Penertiban RT Siluman di Sidrap Pasca Putusan MK Terkait Tapal Batas
Meski secara kewenangan berada di provinsi, ia menilai Pemkab Kutim tidak bisa lepas tangan.
“Berhubung hutan ini berada di wilayah kita, seharusnya Pemda menjadi penghubung komunikasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pembagian dana karbon yang dianggap tidak sebanding dengan luas hutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

