Gerd dan Asma, Alasan KPK Izinkan Gus Yaqut Keluar dari Rutan saat Idulfitri

Rabu 25-03-2026,09:00 WIB
Editor : Hariadi

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan di balik keputusan mengizinkan tersangka kasus korupsi haji, Yaqut Cholil Qoumas keluar dari rumah tahanan (rutan) saat Idulfitri.

Pengalihan status penahanan menjadi tahanan rumah dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan. Yaqut disebut mengidap sejumlah penyakit yang memerlukan penanganan medis.

Hal ini disampaikan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa, 24 Maret 2026.

“Kami informasikan bahwa salah satu hasil dari asesmen kesehatan itu adalah yang bersangkutan mengidap GERD akut, dan pernah dilakukan endoskopi dan kolonoskopi. Saya kurang begitu hafal istilah medis ya, mungkin bisa rekan-rekan cek,” ujarnya, seperti dikutip Disway.id. 

BACA JUGA: KPK Resmi Menahan Yaqut Cholil Usai Diperiksa sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024

BACA JUGA: KPK Cekal Gus Yaqut dalam Dugaan Korupsi Kuota Haji: Belum Tentu Tersangka

Selain GERD, KPK juga menyebut Yaqut memiliki riwayat asma. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan tambahan dalam pengajuan tahanan rumah.

“Jadi, tentunya ini menjadi salah satu syarat ya, di samping juga tentunya ada keperluan-keperluan lain dalam hal ini strategi penanganan perkara ini supaya bisa berjalan dengan lancar gitu,” katanya.

Pengalihan penahanan ini sempat menjadi sorotan publik setelah Yaqut tidak terlihat berada di rutan menjelang Hari Raya Idulfitri. Informasi tersebut muncul dari pengakuan pengunjung rutan.

"Tadi sih sempat enggak ngelihat Gus Yaqut ya. Infonya sih katanya keluar hari Kamis malam," kata Silvia Rinita Harefa, istri eks Wamenaker Immanuel Ebenezer, kepada wartawan.

BACA JUGA: Telepon Pemimpin Negara Muslim, Prabowo Ucapkan Selamat Lebaran

BACA JUGA: KPK Benarkan Gus Yaqut Keluar dari Rutan 2 Hari sebelum Idulfitri 1447 H

Silvia menyebut, sebelum hari Jumat, 20 Maret 2026, Yaqut sudah tidak berada di dalam Rutan KPK.

Informasi ini ia dapatkan dari orang di dalam tahanan saat membesuk suaminya yang ditahan atas kasus dugaan pemerasan dalam proses sertifikasi K3.

“Iya, sebelum hari Jumat ya kalau enggak salah. Infonya sih katanya mau diriksa ke depan, tapi salat Id kata orang-orang dalam ya, enggak ada, beliau nggak ada,” ujarnya.

Kategori :