Momentum Libur Lebaran, Disbudpar Berau Minta Pelaku Usaha Kuliner Tak ‘Mainkan’ Harga
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir mengingatkan para pedagang kuliner di kawasan wisata agar tidak memainkan harga saat libur lebaran.-(Disway Kaltim/ Azwini)-
BERAU, NOMORSATUKALTIM - Lonjakan wisatawan saat libur Lebaran tak hanya membawa berkah bagi pelaku usaha, tetapi juga dapat membuka celah praktik kenaikan harga yang tak wajar di kawasan objek wisata.
Melihat kondisi tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mengingatkan pelaku usaha di kawasan objek wisata agar tidak menaikkan harga secara sembarangan.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menegaskan bahwa lonjakan kunjungan saat momen libur Lebaran merupakan peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan secara bijak.
Ia mengingatkan, praktik menaikkan harga secara tidak wajar justru berpotensi merugikan sektor pariwisata dalam jangka panjang.
BACA JUGA: 4.262 Wisatawan Menyeberang ke Derawan-Maratua dari Dermaga Sidayang, Tak Ada Antrean dan Penumpukan
BACA JUGA: Dishub Berau Masih Awasi Keamanan Speedboat Lewat Radio dan Repeater
“Jangan sampai momen libur Lebaran dimanfaatkan untuk menaikkan harga secara berlebihan. Itu bisa membuat pengunjung kecewa,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, kepuasan wisatawan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata daerah.
Pengalaman yang kurang menyenangkan, terutama terkait harga makanan dan minuman, kata dia dapat mempengaruhi persepsi wisatawan terhadap destinasi di Berau.
Ia menjelaskan, keluhan wisatawan bukan hanya berdampak pada satu pelaku usaha, tetapi dapat meluas hingga mencoreng citra pariwisata daerah secara keseluruhan. Apalagi di era digital, pengalaman negatif wisatawan dapat dengan mudah tersebar melalui media sosial.
BACA JUGA: 1.024 Wisatawan Padati Museum Sadurengas selama Libur Lebaran 2026
BACA JUGA: Pengunjung Museum Mulawarman Tembus 700 Orang Per Hari Selama Libur Lebaran
Karena itu, Disbudpar juga mendorong pelaku usaha untuk menerapkan transparansi harga. Salah satunya dengan mencantumkan daftar harga secara jelas di tempat usaha, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara penjual dan pembeli.
“Kalau bisa harganya itu ditampilkan dengan jelas, jadi pengunjung tidak bertanya-tanya atau mengira-ngira. Dengan begitu, mereka bisa merasa lebih nyaman saat menikmati kuliner di lokasi wisata,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
