Bankaltimtara

Wisata Libur Lebaran di Bontang Melonjak tapi Sampah Menggunung

Wisata Libur Lebaran di Bontang Melonjak tapi Sampah Menggunung

Tempa wisata Beras Basah di Bontang. -Michael/Disway Kaltim-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Bontang mencatat terjadi kenaikan kunjungan wisatawan yang signifikan di sejumlah destinasi wisata. 

Kepala Disporaparekraf Bontang Eko Mashudi mengatakan, dibanding tahun lalu, kenaikan jumlah wisatawan tahun hampir mencapai 50 persen. 

Misalnya saja di wisata pulau Beras Basah. Di H+3 Idulfitri tercatat ada 1.638 wisatawan datang. 

“Kalau tahun lalu, di hari yang sama, tercatat hanya 968 wisatawan yang berkunjung ke sana. Tahun ini, rata-rata jumlah kunjungan mulai H+1 hingga H+3, berada di angka seribu orang semua,” katanya saat dihubungi, Rabu 25 Maret 2026. 

BACA JUGA:Asosiasi Travel Bontang Pastikan Tiga Sopir Positif Konsumsi Narkoba Bukan Anggota Mereka

Namun, tingginya jumlah wisatawan itu berdampak pada tingginya populasi sampah di destinasi wisata. Walau, di sekitar lokasi wisata itu, diletakkan sejumlah tempat sampah

Seperti halnya di pulau Beras Basah. Banyak sampah yang berserakan di sana. Bahkan, tak sedikit wisatawan yang berkunjung ke sana mengeluh dengan banyaknya sampah di air.

Tak sedikit juga pengunjung yang berenang bersama sampah. 

Menurut Eko, kondisi tersebut karena kurangnya kesadaran dari wisatawan. 

Karena, sampah yang timbul dari pengunjung, hanya ditinggalkan saja di pulau tersebut. Tidak dibawa kembali ke daratan. 

BACA JUGA:Momen Idulfitri, Beras Basah Tidak Terlalu Ramai, Pengunjung Keluhkan Mahalnya Kocek ke Sana

“Tidak ada yang bisa ambil dari daratan ke pulau tersebut. DLH Bontang tidak memiliki kapal untuk mengangkut sampah itu." 

"Memang pengunjung buangnya ke tempat sampah. Tetapi, karena tidak ada yang angkut, orang yang berjaga di sana membuang lagi ke laut,” jelasnya. 

Disporaparekraf Bontang sebenarnya sudah menyiapkan plastik hitam di pulau tersebut untuk dijadikan tempat sampah. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: