Bankaltimtara

Rp196 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Jalan Simpang Blusuh–Mentiwan di Kutai Barat

Rp196 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Jalan Simpang Blusuh–Mentiwan di Kutai Barat

Perbaikan ruas jalan nasional Simpang Blusuh–Simpang Damai–Barong Tongkok–Mentiwan di Kabupaten Kutai Barat.-Eventius/Nomorsatukaltim-

KUBAR, NOMORSATUKALTIM– Pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran sekitar Rp196 miliar untuk penanganan ruas jalan nasional Simpang Blusuh–Simpang Damai–Barong Tongkok–Mentiwan di Kabupaten Kutai Barat.

Program tersebut menjadi bagian dari paket preservasi jalan nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi di wilayah pedalaman Kalimantan Timur sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.

Perwakilan BBPJN Kalimantan Timur, Muh. Ruli Akib menjelaskan, bahwa ruas Simpang Blusuh hingga Mentiwan memiliki peran strategis karena menjadi jalur penghubung sejumlah kecamatan di Kutai Barat.

“Untuk ruas Simpang Blusuh hingga Mentiwan sepanjang 64 kilometer, kami melakukan penanganan efektif sekitar 23 kilometer. Penanganannya berupa pekerjaan permanen seperti perkerasan beton atau rigid pavement serta peningkatan aspal mayor dan minor,” kata Ruli saat dikonfirmasi, Rabu, 25 Maret 2026.

BACA JUGA: Jalan Muara Muntai–Nayan Direkonstruksi, BBPJN Kaltim Targetkan Rampung Akhir 2026

BACA JUGA: Perbaikan Jalan Simpang Blusuh–Batas Kalteng Jadi Proyek Terbesar BBPJN di Kutai Barat

Menurutnya, metode konstruksi beton dipilih karena memiliki daya tahan yang lebih kuat dibandingkan aspal biasa, terutama pada jalur yang sering dilalui kendaraan dengan muatan berat.

“Ruas ini setiap hari dilalui kendaraan logistik dan angkutan komoditas. Karena itu kami menggunakan rigid pavement di beberapa titik agar daya tahannya lebih lama,” ujarnya.

Ruli mengatakan, sebelum material digunakan di lapangan, seluruh bahan konstruksi terlebih dahulu diuji di laboratorium guna memastikan kualitasnya sesuai dengan standar teknis.

“Semua material yang akan digunakan kami uji terlebih dahulu. Pengujian ini menentukan komposisi campuran semen, air, dan agregat agar mutu konstruksi sesuai desain,” katanya.

BACA JUGA: Banyak Titik Jalan Rusak Berat di Kutai Barat, Perusahaan Sawit dan Tambang Diminta Ikut Perbaiki

BACA JUGA: Jalan Tering–Ujoh Bilang Belum Tuntas, DPRD Kaltim Soroti Keterbatasan Anggaran

Selain pekerjaan permanen, tim di lapangan juga melakukan penanganan sementara pada sejumlah titik kerusakan yang cukup parah.

“Selama pekerjaan permanen belum selesai, kami tetap melakukan penanganan darurat dengan menutup lubang-lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ujar Ruli.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait