Namun, untuk dosis kedua, cakupannya masih berada di angka sekitar 65 persen, sehingga dinilai masih perlu ditingkatkan.
BACA JUGA: Cakupan Imunisasi Turun, 42 Suspek Campak Muncul di Berau dalam 9 Minggu Awal 2026
BACA JUGA: Suspek Campak di Samarinda Bertambah Jadi 72 Kasus, Dinkes: Belum Ditetapkan KLB
“Cakupan imunisasi kita sebenarnya sudah 88 persen, tapi untuk dosis kedua baru sekitar 65 persen. Ini yang menjadi perhatian kami,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, seluruh fasilitas kesehatan diminta aktif melakukan pelaporan kasus melalui sistem surveilans kesehatan.
Pasien dengan gejala demam dan ruam kulit juga dianjurkan untuk segera memeriksakan diri serta melakukan isolasi sementara.
“Kalau ada anak dengan gejala campak, sebaiknya tidak dulu beraktivitas di luar rumah atau ke sekolah agar tidak menularkan ke yang lain,” tegasnya.
BACA JUGA: Pentingnya Imunisasi Campak, Kemenkes: Pemberian Vaksin Dilakukan 3 Kali untuk Cegah Komplikasi
BACA JUGA: Rendahnya Imunisasi Bikin Kasus Campak Masih Muncul di Kaltim, Balikpapan Tertinggi dengan 53 Kasus
Dinkes Kutim pun mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak sebagai upaya pencegahan utama.
“Kami mengajak para orang tua agar segera membawa anak ke posyandu atau puskesmas untuk mendapatkan imunisasi lengkap, supaya kekebalan tubuh anak lebih kuat,” pungkasnya.