Suspek Campak di Kutim Tembus 105 Kasus, Cakupan Imunisasi Ditingkatkan

Selasa 17-03-2026,19:08 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Didik Eri Sukianto

KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Penyebaran kasus suspek campak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kian meluas dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Hingga minggu pertama Maret 2026, tercatat sebanyak 105 kasus suspek campak. Kecamatan Sangatta Utara menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menyebutkan, kasus tersebut terhitung sejak minggu pertama Januari hingga awal Maret 2026 dan saat ini masih berstatus suspek.

Seluruh sampel kasus masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda.

BACA JUGA: 120 Kasus Campak Ditemukan di Bontang Sejak Awal Tahun

BACA JUGA: Kasus Suspek Campak di Balikpapan Meningkat, Dinkes: Diduga karena Riwayat Imunisasi Tidak Lengkap

Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, penyebaran kasus tidak hanya terpusat di satu wilayah, namun hampir merata di seluruh kecamatan.

“Dari minggu pertama Januari sampai minggu pertama Maret, jumlah kasus suspek campak sudah mencapai 105 kasus dan tersebar di hampir seluruh kecamatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meski tersebar luas, jumlah kasus tertinggi masih didominasi oleh wilayah Sangatta Utara, disusul Teluk Pandan dan Sangatta Selatan.

Menurutnya, kondisi ini perlu diwaspadai karena tingginya mobilitas masyarakat di wilayah tersebut berpotensi mempercepat penularan virus.

BACA JUGA: 200 Suspek Campak Ditemukan di Balikpapan, Kasus Tersebar di Semua Kecamatan

BACA JUGA: 105 Suspek Campak Ditemukan di Kukar, Samboja Paling Banyak

Campak sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus morbilli dan dapat menyebar melalui percikan ludah saat penderita batuk atau bersin.

“Penularannya sangat cepat, bisa melalui droplet atau percikan ludah, sehingga perlu kewaspadaan tinggi terutama pada anak-anak,” jelasnya.

Dinkes juga mencatat, cakupan imunisasi campak di Kutai Timur saat ini telah mencapai 88 persen untuk dosis pertama.

Kategori :