Di sisi sumber daya manusia, PDAM juga menghadapi keterbatasan dalam melakukan efisiensi. Biaya pegawai merupakan komponen tetap yang tidak bisa dikurangi secara drastis tanpa mengganggu operasional dan pelayanan.
BACA JUGA: DPRD Kubar Desak PLN Atasi Voltase Listrik Rendah yang Merugikan Warga
BACA JUGA: Listrik Sering Turun Daya, Ini Penjelasan PLN ULP Melak
“Pegawai itu tulang punggung pelayanan. Tidak mungkin kami efisiensikan secara ekstrem, karena nanti justru sistem yang terganggu,” ujar Untung.
Menghadapi kondisi tersebut, manajemen PDAM berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk memperbarui standar operasional prosedur (SOP) dan sistem manajemen perusahaan.
“Kami sadar SOP perlu diperbarui. Kami siap duduk bersama, membahas secara teknis, agar ke depan PDAM bisa lebih sehat dan profesional,” tegasnya.
Ia menambahkan, PDAM juga akan bertransformasi menuju pengelolaan yang lebih berbasis bisnis tanpa meninggalkan fungsi pelayanan publik.
BACA JUGA: BBM Subsidi untuk Kapal Kosong, Distribusi Barang ke Kutai Barat Terganggu
BACA JUGA: Pembalakan Liar Ulin Menggila, DPRD Kubar: Jangan Hanya Sopir yang Ditangkap
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan perusahaan di tengah tantangan biaya dan infrastruktur yang semakin berat.
“Ini semua kami lakukan demi kemajuan PDAM secara umum dan pelayanan air bersih yang lebih baik bagi masyarakat,” tutup Untung.