Curah Hujan Capai 47 Milimeter, Jalan MT Haryono Balikpapan Belum Bebas Genangan
Banjir yang menggenang sejumlah titik di Balikpapan akibat hujan deras, Selasa (3/2/2026). -Chandra/Disway Kaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM – Hujan lebat yang mengguyur Balikpapan meski singkat ternyata memicu banjir di sejumlah titik.
Seperti Jalan MT Haryono, Jalan Beller, kawasan BJBJ, dan Gunung Kawi, pada Selasa (3/2/2026) lalu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mencatat terbentuknya awan kumulonimbus sebagai pemicu utama hujan deras yang mengguyur Balikpapan.
Awan jenis ini dikenal membawa curah hujan intens, disertai angin kencang dan kilat, sehingga efeknya dapat langsung dirasakan di permukaan.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan air menggenang di beberapa kawasan kota.
“Ketika hujan besar terjadi, dampaknya memang cepat terasa. Sejumlah titik di Balikpapan mengalami genangan akibat intensitas hujan yang cukup tinggi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu 4 Februari 2026.
BACA JUGA:Pengawasan Arsip OPD Diperketat, Pemkot Balikpapan Libatkan Inspektorat
Hasil pemantauan BMKG menunjukkan curah hujan mencapai sekitar 47 milimeter, yang masuk dalam kategori hujan lebat hingga sangat lebat.
Intensitas ini dinilai cukup untuk memicu genangan, terutama di kawasan yang selama ini dikenal rawan banjir seperti Jalan MT Haryono.
BMKG juga memastikan bahwa genangan tersebut tidak dipengaruhi oleh kondisi pasang air laut.
BACA JUGA:Ini Dugaan Penyebab Kapal Miring Saat Bongkar Muat di Pelabuhan Semayang Menurut Akademisi Pelayaran
Saat hujan lebat terjadi, muka air laut masih berada pada fase surut.
“Pasang air laut baru mulai naik satu sampai dua jam setelah hujan. Artinya, genangan kemarin murni disebabkan oleh curah hujan, bukan karena pasang laut,” tegas Djoko.
Meski demikian, BMKG menilai potensi risiko dapat meningkat apabila hujan dengan intensitas serupa terjadi bersamaan dengan pasang air laut. Kondisi tersebut berisiko memicu banjir rob, mengingat sebagian sungai di Balikpapan bermuara langsung ke laut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

