Ini Dugaan Penyebab Kapal Miring Saat Bongkar Muat di Pelabuhan Semayang Menurut Akademisi Pelayaran
Aries Setiadi, dosen mata kuliah Pemuatan Kargo dan Penumpang di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Balikpapan.-Chandra/ Nomorsatukaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM — Insiden kapal miring pada saat proses pembongkaran muatan di Pelabuhan Semayang Balikpapan beberapa waktu lalu, turut disoroti oleh akademisi Ilmu Pelayaran.
dosen Pemuatan Kargo dan Penumpang di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Balikpapan, Aries Setiadi mengungkapkan, bahwa insiden tersebut dapat dipicu oleh gangguan stabilitas kapal akibat faktor teknis maupun alam. Ia meninjau peristiwa tersebut dari sudut pandang keilmuan maritim.
Aries menjelaskan, bahwa untuk mengetahui detail pasti kejadian, pihak yang paling memahami adalah operator kapal, pengelola pelabuhan, dan otoritas terkait.
Namun, dari sisi akademisi, ia memaparkan sejumlah kemungkinan penyebab kapal miring saat pembongkaran muatan.
BACA JUGA: KSOP Tegaskan Insiden Kapal di Semayang Bukan saat Pelayaran, Tapi karena SOP Bongkar Muat
“Penyebab kapal miring kemungkinan besar salah satunya karena pada saat bongkar muatan, salah satu sisi dibongkar lebih banyak sehingga sisi lainnya menjadi agak kosong,” ujar Aries dikonfirmasi Nomorsatukaltim, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menilai kondisi tersebut dapat mengganggu keseimbangan kapal karena distribusi beban menjadi tidak merata.
Ketika satu sisi kehilangan muatan lebih cepat, stabilitas kapal dapat berubah dan memicu kemiringan. Selain faktor distribusi muatan, Aries juga mengungkapkan kemungkinan lain yang berasal dari faktor alam.
“Pembongkaran sebenarnya sudah sesuai standar, tetapi pada saat itu mendadak terjadi ombak yang besar sehingga mengakibatkan kapal miring,” katanya.
Menurut Aries, hentakan ombak dari sisi laut dapat berdampak langsung pada kapal jenis ro-ro (roll on-roll off) yang mengangkut kendaraan.
“Akibat hentakan ombak itu, truk langsung termiring karena ada sentakan mendadak dari sisi lautnya,” ucapnya.
Kondisi tersebut membuat kendaraan berisiko bergeser meski proses pembongkaran telah mengikuti prosedur.
Kemungkinan ketiga yang disampaikan Aries berkaitan dengan gangguan teknis saat kapal sandar. Ia menyebut putusnya tali sebagai faktor yang juga patut diperhitungkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

