Direktur PDAM Tirta Sendawar Kubar Luruskan Isu Subsidi, Bantah Terima Uang Tunai Pemda
Direktur PDAM Tirta Sendawar, Untung Surapati.-(Disway Kaltim/ Eventius)-
KUBAR, NOMORSATUKALTIM – Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sendawar Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menegaskan bahwa hingga saat ini perusahaan tidak pernah menerima subsidi dalam bentuk uang tunai dari pemerintah daerah.
Operasional perusahaan sepenuhnya ditopang dari pendapatan hasil pembayaran tagihan air bersih oleh pelanggan.
Direktur PDAM Tirta Sendawar, Untung Surapati, menyampaikan penegasan tersebut untuk meluruskan anggapan publik yang menyebut PDAM selama ini bergantung pada suntikan dana pemerintah.
Ia menyebut, sejak 2017 hingga saat ini, tidak pernah ada subsidi tunai yang masuk ke kas PDAM.
BACA JUGA: Tagihan Listrik Membengkak, PDAM Tirta Sendawar Terjepit Biaya Operasional
BACA JUGA: DPRD Kubar Desak PDAM Berbenah: Pemutusan Sepihak, Kualitas Air Tidak Konsisten
“Saya perlu luruskan. Sejak 2017 sampai hari ini, PDAM Tirta Sendawar tidak pernah menerima subsidi uang kontan dari pemerintah daerah,” ujar Untung, Rabu 3 Februari 2026.
Menurutnya, seluruh kegiatan operasional perusahaan, mulai dari produksi air, distribusi, hingga pelayanan pelanggan, dijalankan dari hasil penagihan rekening air setiap bulan.
Kondisi tersebut membuat PDAM harus sangat berhati-hati dalam mengelola keuangan agar tetap mampu beroperasi secara berkelanjutan.
Untung menjelaskan bahwa secara logika usaha, sebuah perusahaan tidak mungkin terus berjalan jika benar-benar merugi.
BACA JUGA: Salah Kelola Limbah PDAM, Kutai Barat Bisa Gagal Total di Penilaian Adipura
BACA JUGA: Akses Air Bersih Diperluas, Pemkab Kubar Subsidi Biaya Sambungan Warga Miskin
Ia mengibaratkan PDAM seperti usaha kelontong yang harus memastikan pendapatan cukup untuk menutup biaya operasional.
“Kalau benar-benar rugi dan tidak bisa ditutup, tentu perusahaan tidak akan jalan. PDAM tidak akan bisa beroperasi. Fakta bahwa kami masih beroperasi menunjukkan ada keseimbangan, meskipun sangat ketat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

