Bankaltimtara

Tagihan Listrik Membengkak, PDAM Tirta Sendawar Terjepit Biaya Operasional

Tagihan Listrik Membengkak, PDAM Tirta Sendawar Terjepit Biaya Operasional

Kantor PDAM Tirta Sendawar Kutai Barat.-Eventius/Nomorsatukaltim-

KUBAR, NOMORSATUKALTIM– Tingginya biaya operasional dan kondisi infrastruktur yang sudah menua menjadi tantangan serius bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sendawar Kabupaten Kutai Barat.

Beban biaya yang tidak fleksibel membuat ruang efisiensi perusahaan sangat terbatas.

Direktur PDAM Tirta Sendawar, Untung Surapati mengungkapkan, bahwa salah satu komponen biaya terbesar yang harus ditanggung perusahaan adalah listrik.

Setiap tahun, PDAM harus mengalokasikan anggaran hingga Rp10,6 miliar hanya untuk membayar listrik operasional.

BACA JUGA: DPRD Kubar Desak PDAM Berbenah: Pemutusan Sepihak, Kualitas Air Tidak Konsisten

BACA JUGA: Salah Kelola Limbah PDAM, Kutai Barat Bisa Gagal Total di Penilaian Adipura

“Biaya listrik itu tidak bisa ditawar. Tahunannya bisa mencapai Rp10,6 miliar. Mau tidak mau harus dibayar karena seluruh sistem produksi air bergantung pada listrik,” ujar Untung, Senin, 2 Februari 2026.

Selain listrik, PDAM juga dibebani biaya bahan kimia untuk pengolahan air baku agar layak konsumsi.

Kebutuhan bahan kimia ini bersifat wajib dan tidak bisa dikurangi tanpa berdampak pada kualitas air yang didistribusikan ke masyarakat.

Tak hanya itu, biaya pemeliharaan instalasi dan jaringan perpipaan juga terus meningkat seiring usia infrastruktur yang sudah sangat tua. Untung menyebut, sebagian komponen sistem PDAM bahkan telah berusia lebih dari satu abad.

BACA JUGA: Respons Cepat PDAM Tirta Sendawar Diapresiasi, Pipa Bocor di Pasar Jaras Tuntas Diperbaiki

BACA JUGA: Pipa Bocor Hampir Satu Bulan, PDAM Kutai Barat Dinilai Lamban

“Ada instalasi dan jaringan yang usianya sudah lebih dari 20 tahun. Kondisi ini tentu sangat mempengaruhi kualitas air, termasuk tingkat kekeruhan yang sulit diatasi,” jelasnya.

Menurut Untung, keterbatasan anggaran membuat PDAM hanya bisa melakukan perbaikan secara bertahap. Beberapa komponen yang seharusnya diganti total terpaksa masih digunakan agar sistem tetap berjalan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: