Gawat! BPOM Temukan Kadar Toksin 0,02 pada Susu Formula Nestle

Sabtu 17-01-2026,08:00 WIB
Editor : Hariadi

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap hasil pengujian laboratorium terhadap sampel susu formula merek Nestle yang sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. 

Dari hasil pemeriksaan, BPOM menemukan adanya kandungan toksin dengan kadar 0,02 pada produk tersebut.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar menjelaskan, temuan itu diperoleh dari hasil surveilans dan uji laboratorium yang dilakukan BPOM terhadap sampel susu formula. 

Meski kadar toksin yang ditemukan masih berada di bawah ambang batas yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, BPOM tetap mengambil langkah penarikan produk sebagai bentuk kehati-hatian.

BACA JUGA: Riset Kanker Payudara, Mahasiswa Unhas Juara Lomba yang Digelar BPOM

BACA JUGA: DKK Balikpapan Kirim Sampel Makanan MBG ke BPOM untuk Uji Laboratorium

"Setelah kita cek hasilnya memang masih di bawah ambang batas yang bisa menyebabkan masalah. (Kadar toksinnya) 0,02," ucap Taruna Ikrar saat ditemui Disway.id, di kantor BPOM, Kamis, 15 Januari 2026.

Taruna menegaskan, keputusan penarikan dilakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar, mengingat produk tersebut dikonsumsi oleh kelompok rentan, khususnya bayi.

"Namun, dengan rendahnya angka itu, maka untuk kehati-hatian, Badan POM sudah meminta supaya produk tersebut spesifik yang untuk 0 sampai 6 bulan ditarik. Itu sementara. Karena kan kita lebih bagus mencegah sebelum terjadi keracunan, karena bisa fatal," tambahnya.

Selain penarikan dari peredaran, BPOM juga memastikan bahwa stok produk yang masih berada di gudang distribusi tidak akan sampai ke konsumen. BPOM memerintahkan agar seluruh stok tersebut dimusnahkan sesuai prosedur.

BACA JUGA: Tak Sesuai Komposisi, BPOM Cabut Izin Edar 21 Produk Kosmetik

BACA JUGA: BPOM Tarik 15 Produk Obat Tradisional Mengandung Zat Kimia Berbahaya

"Yang masih ada di gudang kita minta untuk dimusnahkan. Kemudian yang sudah terkirim ke masyarakat, harus ditarik," tegas Taruna.

Hingga saat ini, BPOM menyatakan belum menerima laporan adanya bayi yang mengalami gangguan kesehatan akibat mengonsumsi susu formula tersebut. 

Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan proaktif melaporkan jika menemukan gejala mencurigakan.

Kategori :