Komisi IV DPRD Samarinda Minta Pengawasan Ketat Jajanan Anak di Sekolah
Ilustrasi jajanan pinggir jalan.-istimewa-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Herminsyah menekankan pentingnya pengawasan jajanan anak di sekolah, guna mencegah potensi dampak buruk bagi kesehatan.
Hal ini disampaikan usai rapat bersama sejumlah stakeholder di raung rapat lantai 1 DPRD Samarinda, Selasa 7 Oktober 2025.
Di antaranya Dinas Kesehatan (Dinkes), Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM), serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) di ruang rapat lantai 1 DPRD Samarinda, Selasa, 7 Oktober 2025.
BACA JUGA:Pemkot Samarinda Resmi Angkat 635 PPPK Tahap II, Didominasi Formasi Guru
“Alhamdulillah, tadi kami berdiskusi dengan Dinas Kesehatan, BPOM, dan MUI. Fokusnya adalah bagaimana kita mengawasi dan memonitor jajanan anak-anak di sekolah, baik makanan maupun minuman,” ujar Herminsyah.
BACA JUGA:Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan Abul Hasan, Dishub dan DPRD Samarinda Sepakati Parkir 2 Sisi
Ia menuturkan, pengawasan tersebut menjadi penting mengingat maraknya laporan di berbagai daerah terkait kasus gangguan kesehatan pada anak.
Seperti gagal ginjal akut, yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan atau minuman yang tidak aman.
“Kita bisa lihat di media sosial dan pemberitaan, kasus seperti itu meningkat di beberapa daerah."
"Karena itu, kami minta Dinas Kesehatan bisa menyajikan data terkait tren kasus di Samarinda, khususnya yang berhubungan dengan jajanan di sekolah,” jelasnya.
BACA JUGA:Disdikbud Samarinda Tegaskan Larangan Jual Beli LKPD, Sekolah Diminta Atur Distribusi Internal
Namun, hingga rapat telah usai, Dinas Kesehatan belum dapat memaparkan data lengkap terkait kasus yang telah terjadi untuk jajanan anak sekolah ini.
“Tadi dari Dinas belum siap dengan data validnya. Mudah-mudahan ke depan bisa disampaikan dalam pertemuan lanjutan,” jelasnya.
Selain membahas data, rapat juga menyinggung rencana inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah-sekolah untuk memastikan jajanan yang dijual di kantin memenuhi standar halal dan sehat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

