Bankaltimtara

Pemkab Berau Perkuat langkah Antisipasi Hadapi Ancaman Bencana Hidrometereologi yang Mengintai di Awal 2026

Pemkab Berau Perkuat langkah Antisipasi Hadapi Ancaman Bencana Hidrometereologi yang Mengintai di Awal 2026

Pemkab Berau mulai memperkuat langkah antisipasi bencana dengan menekankan kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan masyarakat.-Dok. Nomorsatukaltim-

BERAU, NOMORSATUKALTIM - Memasuki periode peningkatan curah hujan yang diperkirakan mencapai puncaknya hingga awal 2026, ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang diproyeksikan meningkat seiring intensitas hujan yang makin tinggi. 

Kondisi ini menuntut kesiapan daerah tidak hanya dari sisi peralatan dan personel, tetapi juga kesadaran warga dalam mengurangi risiko sejak dini.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai memperkuat langkah antisipasi bencana dengan menekankan kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, dirinya telah menginstruksikan seluruh OPD terkait untuk memperketat koordinasi dan mempercepat langkah preventif di wilayah rawan bencana.

BACA JUGA:Serangan AS ke Venezuela: Trump Klaim Tangkap Presiden Maduro dan Istri, Kemlu Pastikan WNI Aman

BACA JUGA:Kementerian ESDM Amankan Tumpukan Batu Bara di Kutai Kartanegara, Ditemukan di 5 Titik Lokasi

“Kami fokus pada kesiapan lapangan. Mulai dari personel, peralatan, hingga jalur evakuasi harus benar-benar siap. Pencegahan menjadi kunci agar dampak bencana bisa ditekan,” kata Bupati Sri Juniarsih, Sabtu 3 Januari 2026.

Ia juga mendorong peran aktif masyarakat agar rutin menjaga kebersihan drainase, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta segera melapor apabila menemukan potensi bahaya seperti tanah retak, pohon rawan tumbang, atau luapan sungai.

"Kami juga mengoptimalkan posko siaga bencana, melakukan patroli di kawasan rawan banjir dan longsor, serta meningkatkan edukasi mitigasi, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan wilayah perbukitan," ujarnya.

Bupati menerangkan, langkah ini sejalan dengan data kebencanaan nasional yang menunjukkan bahwa sebagian besar bencana di Indonesia didominasi oleh faktor hidrometeorologi.

BACA JUGA:5 Smartphone Premium yang Rilis di 2026, Apple Hadirkan iPhone Lipat Pertamanya

Karena itu, kesiapsiagaan daerah dinilai tidak cukup hanya mengandalkan respons darurat, tetapi harus dimulai dari upaya pencegahan berbasis komunitas.

“Sinergi semua pihak sangat penting. Pemerintah, aparat, dan masyarakat harus bergerak bersama. Tujuan kita bukan hanya siap saat bencana terjadi, tapi mampu meminimalkan risikonya sejak awal,” pungkasnya.

BACA JUGA:Ribuan Orang Kunjungi Pulau Derawan Berau Selama Libur Nataru, Penginapan Penuh

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: