Selain penyediaan listrik, Diskominfo Berau juga menaruh perhatian pada ketersediaan jaringan internet di setiap destinasi wisata. Didi mengatakan, tantangan terbesar terdapat pada objek wisata yang berada di tengah kawasan hutan dan jauh dari pemukiman warga.
BACA JUGA: Wisata Bahari Berau Diprediksi Ramai di Akhir Tahun, Wabup Harap UMKM Tangkap Peluang
BACA JUGA: Berau Matangkan Rencana Penerapan e-Ticketing di Pintu Masuk Wisata
Meski demikian, ia menyebut pihaknya tetap berupaya meningkatkan kualitas layanan dengan opsi penambahan kapasitas bandwidth di lokasi-lokasi yang memungkinkan.
“Untuk wilayah seperti Biduk-Biduk itukan relatif aman. Kalau memungkinkan, kami akan menambah besaran bandwidth. Karena saat ini masih dalam efisiensi anggaran, kami masih mempertahankan layanan yang ada mudah-mudahan di ABT ada slot anggaran untuk kami supaya rekomendasi BPK bisa kami dipenuhi,” jelasnya
Terkait kebutuhan anggaran, Didi tidak menampik bahwa kebijakan efisiensi anggaran turut mempengaruhi kecepatan tindak lanjut atas rekomendasi BPK. Oleh karena itu, Diskominfo masih menunggu penetapan kawasan wisata strategis dari Dinas Pariwisata sebagai dasar perencanaan.
“Setelah kawasan wisata ditetapkan, kami bersama PLN akan melakukan peninjauan dan pemetaan. Dari situ baru bisa dihitung kebutuhan anggaran yang diperlukan,” tuturnya.
BACA JUGA: Koneksi Internet Maratua Sering Terganggu Saat Kunjungan Wisata Meningkat
BACA JUGA: Disbudpar Berau Kebut Sertifikasi Pemandu Wisata, Baru 20 Persen yang Profesional
Ia berharap, melalui pendataan serta koordinasi bersama PLN dan Dinas Pariwisata, kebutuhan infrastruktur dasar di kawasan wisata dapat dipetakan secara jelas.
Selain itu, Didi juga optimistis rekomendasi BPK dapat ditindaklanjuti secara bertahap sehingga pengembangan destinasi wisata Berau ke depan didukung oleh ketersediaan listrik dan jaringan internet yang memadai.