Bankaltimtara

Jembatan Mahulu Ditabrak Lagi, Kapal Tongkang Hantam Pilar dan Rusak Rumah Warga

Jembatan Mahulu Ditabrak Lagi, Kapal Tongkang Hantam Pilar dan Rusak Rumah Warga

Dapur rumah Ribut Waluyo yang rusak pasca dihantam tongkang batubara yang gagal bermanuver untuk tambat.-istimewa-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIMDini hari di bantaran Sungai Mahakam yang biasanya sunyi mendadak berubah menjadi kepanikan.

Sebuah tongkang pengangkut batu bara bergerak tak terkendali dan menghantam rumah warga di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 01.17 WITA.

Sebelum menghantam dapur rumah warga, tongkang tersebut terlebih dahulu menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu).

Benturan itu tak menghentikan lajunya. Tongkang terus bergerak mengikuti arus Sungai Mahakam hingga masuk ke kawasan permukiman dan menghantam bagian belakang rumah warga yang berada sekitar 500 meter dari jembatan.

Rumah itu milik Ribut Waluyo (57). Saat kejadian, ia bersama istri dan anak-anaknya berada di dalam rumah tengah terlelap. Total ada lima orang di dalam rumah yang berdiri tepat di tepi sungai.

BACA JUGA:Pemkab Berau Perkuat langkah Antisipasi Hadapi Ancaman Bencana Hidrometereologi yang Mengintai di Awal 2026

"Alhamdulillah, anak dan istri saya sempat bangun. Langsung lari menyelamatkan diri dari rumah," ujar Ribut.

Ribut mengaku sempat mendengar suara mesin kapal yang terdengar berat dan tidak stabil. Suara itu mendekat, disusul teriakan dari arah sungai oleh anak buah kapal. Tak lama kemudian, benturan keras mengguncang rumahnya.

Bagian dapur yang berada di sisi sungai runtuh seketika. Peralatan rumah tangga terlempar dan hanyut ke Sungai Mahakam.

"Semua isi dapur jatuh ke air. Kulkas, mesin cuci, kompor, tabung gas, rak piring, semuanya larut," katanya.

Ia belum dapat memperkirakan total kerugian yang dialami. Namun, Ribut berharap ada tanggung jawab atas insiden tersebut.

BACA JUGA:Kementerian ESDM Amankan Tumpukan Batu Bara di Kutai Kartanegara, Ditemukan di 5 Titik Lokasi

Selama lebih dari satu dekade tinggal di kawasan itu, ia tak pernah menyangka rumahnya akan dihantam tongkang.

"Saya sudah 10 tahun tinggal di sini. Harapan saya rumah ini bisa diperbaiki dan kerugian diganti,"ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait