Bankaltimtara

Psikolog: 'Sudah Move On' Bukan Alasan Tepat Bersahabat dengan Mantan

Psikolog: 'Sudah Move On' Bukan Alasan Tepat Bersahabat dengan Mantan

Bersahabat dengan mantan yang sudah memiliki pasangan terlalu berisiko bagi kesehatan mental. -(Ilustrasi/ AI)-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Mengaku 'sudah move on' kerap dijadikan alasan untuk tetap bersahabat dengan mantan. 

Namun, menurut psikolog, klaim tersebut tidak selalu menjadi dasar yang tepat, terutama ketika seseorang sudah berada dalam hubungan baru.

Psikolog konseling asal India, Dr. Ashish Pandey, menilai bahwa mengharapkan pasangan merasa nyaman dengan kedekatan bersama mantan sering kali tidak realistis. 

Menurutnya, anggapan itu justru mengabaikan batasan emosional yang secara alami dimiliki manusia.

BACA JUGA: Hard Gumay Bocorkan Ramalan 2026: 4 Selebriti Besar Cerai, Dipicu Selingkuh hingga KDRT Berdarah

BACA JUGA: Penyakit Anak Rentan Muncul saat Liburan, Dokter Bagikan Tips Pencegahan

“Ekspektasi seperti itu mengabaikan batasan emosional alami,” jelas Pandey, dilansir dari Antara.

Ia menekankan bahwa meskipun niat menjaga hubungan baik dengan mantan terdengar tulus, kehadiran figur dari masa lalu tetap berpotensi memicu rasa cemas, perbandingan, hingga kerentanan emosional dalam hubungan yang sedang dijalani saat ini.

Alih-alih memaksakan pasangan untuk merasa nyaman, Pandey menilai hal yang jauh lebih penting adalah membangun keterbukaan, menyepakati batasan bersama, menghormati perasaan masing-masing, serta memberikan kepastian emosional dalam hubungan.

Dalam diskursus hubungan modern, rasa cemburu sering kali langsung dicap sebagai tanda ketidakamanan atau kurangnya kedewasaan emosional. Namun, Pandey tidak sepakat dengan pandangan tersebut.

BACA JUGA: Mikroplastik Ditemukan di Cairan Amnion dan Urin Ibu Hamil, Pakar IPB Peringatkan Ancaman bagi Kesehatan Janin

BACA JUGA: 8 Makanan Kaya Kolagen Alami untuk Kulit Kencang dan Awet Muda

Menurutnya, ketika mantan masih memiliki akses emosional, otak manusia secara alami akan memaknainya sebagai risiko, bukan kelemahan pribadi.

“Rasa cemburu menjadi tidak sehat hanya saat mengendalikan perilaku. Saat menunjukkan kebutuhan untuk kepastian dan kejelasan, itu sebenarnya sehat,” tambahnya.

Kedekatan Masa Lalu Tidak Hilang Begitu Saja

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: