“Dugaan sementara korban nekat mengakhiri hidupnya karena permasalahan pribadi yang diduga berkaitan dengan aktivitas judi online,” kata Dwi.
Usai pemeriksaan awal, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit AW Syahranie Samarinda untuk visum. Namun pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban.
“Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan penolakan autopsi secara resmi,” tutupnya.