Soal Anak Bunuh Diri di Kuaro, DPPKBP3A Paser Sebut Permasalahan Kompleks
Kepala DPPKBP3A Paser, Amir Faisol-Sahrul/Nomorsatukaltim-
PASER, NOMORSATUKALTIM - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Paser, Amir Faisol mengatakan, kasus bunuh diri yang dilakukan oleh anak-anak adalah permasalahan yang sangat kompleks.
Kasus anak 12 tahun di Kuaro yang diduga bunuh diri di Desa Padang Jaya, katanya, penyebabnya bukan tunggal, namun lebih kompleks.
Mengenai perilaku orangtua korban yang sempat memarahi anaknya sebelum pergi dari rumah dan dinyatakan hilang, dianggap bisa saja hanya menjadi pemicu puncak emosi anak karena sebelumnya sudah dipengaruhi faktor lain.
"Saya perkirakan permasalahan ini (bunuh diri) sangat kompleks, mungkin sebelumnya ada hal pemicunya dulu, begitu dimarahi orangtuanya emosinya labil langsung mengambil keputusan untuk bunuh diri," kata Amir Faisol, Senin, 5 Januari 2026.
BACA JUGA: Bocah 12 Tahun di Paser Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong
Meski begitu, dijelaskan bahwa kategori kekerasan tidak hanya berbentuk fisik, terdapat juga kekerasan verbal atau dalam bentuk perkataan yang dilontarkan.
Bisa saja kekerasan verbal yang dirasakan oleh anak-anak jauh lebih menyakitkan dibandingkan dengan kekerasan fisik, karena mempengaruhi psikologis dan emosional.
"Kalau bicara soal kekerasan terhadap anak, tidak hanya menyangkut sifatnya fisik, tetapi juga termasuk kata-kata, itu juga harus dihindari," ujarnya.
Selain itu, menurutnya juga dimungkinkan bisa disebabkan faktor-faktor lain, seperti lingkungan sampai kebiasaan keseharian anak-anak.
"Bisa saja dipengaruhi faktor lain, dengan era teknologi saat ini, adanya ponsel yang mudah diakses. Jadi mungkin bisa dari tontonan video konten-konten itu juga bisa menjadi pemicu," katanya.
Adanya kasus bunuh diri yang dilakukan anak-anak diakui adalah peristiwa yang sangat jarang sekali terjadi, sehingga persoalan ini menjadi evaluasi pemerintah daerah agar tidak kembali terjadi.
Pihaknya bakal mendalami penyebab terjadinya bunuh diri yang terjadi di Desa Padang Jaya tersebut untuk dijadikan bahan evaluasi dalam menangani persoalan anak.
"Kami akan menindaklanjuti setelah mendapat laporan, paling tidak bisa ketemu kepala desanya. Kami akan cari informasi dari sisi penyebabnya, karena ini juga menyangkut hal yang kompleks," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

