Ivan pun menilai, Pertamina bergerak lamban dalam merespons keluhan customernya.
BACA JUGA: Uji Lab BBM Pertamina Masih Temui Kendala, Anggota DPRD Kaltim Minta Bantuan Warganet
BACA JUGA: Pertamina Dorong Warga Lapor lewat Hotline 135
Sementara itu, Pemerintah kota Samarinda telah bergerak cepat mengumumkan akan memberikan bantuan perbaikan motor masyarakat dengan pemberian uang tunai sebesar Rp300 ribu per orang.
"Kemarin juga sempat kami tanyakan juga, bagaimana dengan nasib rekan-rekan dan masyarakat yang terkena imbas kerusakan sebelum-sebelumnya. Masih mengambang, tapi dari pemkot saya dengar akan berikan bantuan uang perbaikan. Kejelasan seperti ini yang kita inginkan," jelasnya.
Ivan bilang, pihak Pertamina tidak bisa memberikan jawaban karena masih berdalih dengan hal-hal prosedural.
"Kita membuat laporan resmi begini dan sebagainya itu. Artinya bengkel gratis ini pun juga kemungkinan tidak akan mencakup semua untuk teman-teman (Ojol) atau masyarakat yang sudah terkena dampak kerusakan motor dari BBM oplosan ini," kata Ivan.
BACA JUGA: Hari Lebaran Motor Warga Balikpapan Mogok Setelah Isi BBM di SPBU, Pertamina Tunggu Sampel
BACA JUGA: Setelah Samarinda, Kini Warga Tenggarong Mengeluh Soal BBM Bermasalah
Ivan pun menekankan, upaya penanganan ini perlu dicarikan solusi, supaya masyarakat yang sudah menjadi korban bisa mendapatkan pertanggungjawaban dari Pertamina.
"Jadi kita tidak digantung hanya dengan janji manis saja," imbuhnya.
Permasalahan BBM ini merupakan kerugian sekaligus musibah bagi para ojek online.
Pasalnya mereka yang menggantungkan kehidupan keluarga sepenuhnya di jalanan ini merasa sangat dirugikan.
BACA JUGA: Pemkot Samarinda Berikan Bantuan Rp300 Ribu Bagi Masyarakat Terdampak Kendaraan "Brebet"
BACA JUGA: Tempuh Jalur Hukum, Unmul Bersiap Kumpulkan Bukti Pengerusakan Lahan KRUS
Ivan menegaskan semua Driver Gojek Samarinda ini memiliki perekonomian di bawah rata-rata.