Bubuhan Driver Ojol Samarinda Harap Pertamina Tidak Obral Janji soal Bengkel Gratis Korban BBM

Jumat 11-04-2025,08:00 WIB
Reporter : Mayang Sari
Editor : Hariadi

Menurut para driver, biaya yang dikeluarkan dalam sekali perbaikan fuel pump akibat BBM bermasalah cukup mahal, tergantung jenis dan merek kendaraan.

“Variatif. Ada yang Rp250 ribu, Rp400 ribu, Rp500 ribu dan Rp750 ribu, tergantung jenis motor, merek motor dan tingkat kerusakannya,” jelas Ivan.

Menurutnya, sebagian besar driver Gojek Samarinda berada dalam kondisi ekonomi di bawah rata-rata. 

BACA JUGA: PMII Demo Kantor Pertamina Samarinda Terkait Dugaan BBM Oplosan, Pemilik Kendaraan Pertanyakan Ganti Rugi

BACA JUGA: Andi Harun Tolak Sidak BBM Diduga Bikin Brebet: Saya Tidak Mau Menambah Daftar Kegaduhan

Pendapatan harian mereka tidak cukup untuk menutupi biaya perbaikan kendaraan yang mendadak.

“Sisanya belum ada untuk memperbaiki. Namanya ojek online ini pemasukannya hari-hari. Bagaimana lagi mau mengganti fuel pump-nya dan spare part kendaraan?” tanya Ivan.

“Jadi yang belum diperbaiki ini, ada dipaksa untuk jalan, ngojek. Dan ada yang didiamkan saja sembari menunggu biaya,” sambungnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Budgos Samarinda, sebanyak 657 motor rusak diduga karena pengisian BBM, di mana 519 motor di antaranya sudah diperbaiki secara mandiri. 

Dan tersisa sebanyak 138 motor masih terkatung-katung tanpa perbaikan. (*)

Kategori :