Mereka sudah bertemu dengan ibu korban, dibantu oleh UPTD PPA Kalimantan Timur, dan korban juga sudah ditanyai. Hasilnya diperkirakan akan keluar dalam waktu sekitar dua minggu,” jelas Aflah.
Menurutnya, hasil asesmen ini akan menjadi salah satu kunci utama dalam menentukan tersangka.
“Hasil asesmen tersebut nanti akan disampaikan ke penyidik. Dari hasil tersebut, akan ada bukti tambahan yang digunakan untuk menentukan siapa tersangkanya,” tambahnya.
Aflah juga menyebut bahwa asesmen psikolog forensik dilakukan selama dua hari dan melibatkan Kementerian PPA bersama UPTD PPA Kalimantan Timur.
“Kami berharap hasil asesmen dapat segera mengungkap siapa pelaku sebenarnya. Namun, kami masih menghadapi kendala besar, terutama usia korban yang masih dua tahun. Anak seusia ini belum bisa memberikan keterangan jelas tentang siapa pelakunya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Aflah menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan bantuan tambahan, baik berupa bukti maupun ahli, untuk mendukung penyelidikan Polda.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga tersangka resmi ditetapkan.
BACA JUGA:Majelis Hakim Instruksikan Pemanggilan Ulang Saksi Kunci di Sidang Tambang Ilegal Balikpapan
“Kami berharap akan ada penetapan tersangka segera. Selain itu, jika ibu korban membutuhkan pendampingan psikologis tambahan, kami juga siap menyediakan bantuan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto mengatakan perwakilan Kementerian PPA telah tiba di Markas Polda Kaltim untuk melakukan pemeriksaan.
“Kan sebelumnya kita sudah berkirim surat untuk meminta pendampingan kesini dari tenaga ahli, nah dua hari ini mereka sudah ada disini,” tutur Kombes Pol Yuliyanto, saat dikonfirmasi Jumat (17/1/2025).
Ia menjelaskan bahwa pihak ahli psikologi forensik tersebut tengah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pihak, termasuk korban, yang sebelumnya sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polri.
Pemeriksaan mendalam ini bertujuan untuk mencocokkan keterangan para saksi yang telah diperiksa oleh penyidik, dengan hasil analisis psikologi forensik.
"Hasilnya nanti akan menjadi acuan bagi penyidik dalam mencari alat bukti dan petunjuk, sehingga kasus ini bisa segera terungkap dan terselesaikan," tambahnya.
Meski proses ini telah berjalan, Kombes Pol Yuliyanto mengungkapkan bahwa penetapan tersangka belum dilakukan karena hasil pemeriksaan masih dalam tahap analisis.