Satu ASN di Kelurahan Bontang Kuala Positif Narkotika, Tapi....
Tes urine yang dilakukan oleh BNNK Bontang kepada ASN di Kelurahan Bontang Kuala.-Michael/Disway Kaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang kembali lakukan tes urine dadakan. Targetnya Aparatur Sipil Negara (ASN). Kali ini, ASN di Kelurahan Bontang Kuala yang diperiksa.
Dari total 36 pegawai yang terdaftar, sebanyak 33 orang mengikuti pemeriksaan. Tiga lainnya tidak hadir karena sedang menjalani cuti. Tes urine tersebut dilaksanakan oleh empat personel BNN Kota Bontang.
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini sekaligus edukasi bagi aparatur pemerintah.
Agar, setiap ASN bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.
BACA JUGA:Anggaran Terbatas, RSUD Taman Husada Bontang Pangkas Sejumlah Program
“Hasil pemeriksaan menunjukkan satu orang dinyatakan positif. Namun setelah ditelusuri, yang bersangkutan sedang dalam pengobatan karena riwayat penyakit,” katanya saat ditemui usai melakukan tes urine di Kelurahan Bontang Kuala, Selasa 7 Juli 2026.
Dijelaskannya, obat yang dikonsumsi pegawai tersebut mengandung zat benzodiazepin. Yakni jenis obat yang dapat terdeteksi dalam tes urine. Karena obat itu termasuk golongan zat yang mempengaruhi sistem saraf.
Kondisi ini kerap menjadi salah satu faktor yang perlu dipahami masyarakat.
Tujuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam hasil pemeriksaan.
“Ini penting sebagai edukasi. Bahwa tidak semua hasil positif berarti penyalahgunaan narkoba. Ada faktor medis yang juga harus diperhatikan. Makanya sebelum tes, kami tanyakan dulu apakah sedang terapi pengobatan atau tidak,” tegas Lulyana.
BACA JUGA:RSUD Taman Husada Bontang Butuh Tambahan Tempat Tidur untuk Pasien Rawat Inap
Sementara itu, Lurah Bontang Kuala, Ardiansyah menjelaskan, kegiatan ini merupakan inisiatif pihak kelurahan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional.
Langkah ini juga menjadi bentuk komitmen nyata dari internal pemerintah.
“Kami ingin memulai dari diri sendiri. Kelurahan sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat harus bisa memberi contoh bahwa aparatur negara bersih dari penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
